Antara halal atau haram??

Berikut adalah kisah seorang petani dengan seorang Kyai;
“saya ingin bertanya, Kyai, Apakah kepiting sawah itu halal atau haram?”
“Sebelum menjawab pertanyaanmu, saya ingin dulu bertanya. Apakah kamu punya Sawah? Tanya sang Kyai.
“Punya Kyai.”
“Apakah di sawah yang sedang kamu tanami itu kamu bisa memancing belut?”
“Iya, Kyai, bisa…”
“Apakah kamu punya empang?”
“Punya Kyai.”
“Apakah di empangmu dipelihara aneka ragam ikan, seperti mujaer, tawes, mas, nila, gurame?”
“Iya , Kyai.’
“ Apakah kamu juga berternak ayam atau bebek seperti petani di sini?”
“ iya, Kyai”
“ Nah kalau begitu kamu makan dulu saja itu semua. Janganlah dulu kamu persoalkan kepiting sawah. Ayam, itik, ikan itu pun mungkin tak habis kamu makan! Jangan kau susahkan hidupmu dengan persoalan kepiting sawah!”

Sahabat, dari cerita diatas , kita sering dipersulit oleh diri kita sendiri meskipun kemudahan-kemudahan telah Allah berikan kemudahan yang begitu luas terbentang dihadapan kita. Betapa serakahnya kita sebagai manusia. Kita tidak pernah puas terhadap apa yang kita miliki. Bersyukurlah atas apa yang kita miliki serta manfaatkan secara bijak. Kita ketahui bahwa apa yang kita miliki adalah amanah dari Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s