Membedakan Jin/ Iblis/ Setan

Di dalam Alquran, sebuah cerita skenario keingkaran iblis kepada Allah tentu tidak asing bagi kita. Allah menciptakan manusia, yaitu nabi Adam selain Iblis dan malaikat, dan saat itu pula memerintahkan untuk memberikan sujud penghormatan kepada Adam. Dengan kepatuhan kepada Allah maka malaikat bersujud kepada Adam, kecuali Iblis yang menolak untuk melakukannya karena merasa iblis lebih baik daripada manusia. Sehingga iblis pun diusir dari surga oleh Allah dan bersumpah akan menggoda dan menyesatkan Adam dan anak cucunya agar terhalangi dari jalan kepada Allah. Skenario selanjutnya adalah setan melaksanakan sumpahnya dengan menggoda Adam dan Hawa hingga akhirnya terpedaya dan diturunkan ke Bumi oleh Allah.

Dalam surat Al A’raaf : 27 diterangkan

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.”

Dalam surat Al Baqarah : 168 -169

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”

Seperti yang akrab didengar bahwa memang setan adalah musuh yang nyata bagi manusia yang membimbing manusia melakukan perbuatan jahat, keji, dan dosa serta mengindahkan hal-hal tersebut dimata kita. Oleh karena itu, janganlah lupa dalam kita memohon dijauhkan dari godaan dan perbuatan dosa dengan ta’awudz, doa-doa, bacaan Ayat Kursi, Al Ma’tsurat, dan bacaan Alqur’an.

Kembali ke bahasan utama kita, sebenarnya bagaimana kita memahami antara Jin, Iblis dan Setan. Berbedakah antara ketiganya atau tidak?

JIN, IBLIS DAN SETAN

Dalam kajian terhadap Al Quran dan Hadist dapat diketahui bahwa Allah menciptakan makhluk yang eksistensial ada dalam tiga bentuk yaitu malaikat, jin dan manusia.

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala, dan Adam diciptakan dari apa yang kalian sifati (tanah).” (HR Muslim)

Menurut Asy Syibli, jin secara bahasa berarti tersembunyi, terhalang, tertutup. Oleh karena itu disebut jin karena makhluk tersebut tersembunyi, tidak dapat dilihat oleh manusia secara biasa. Kata jin juga memiliki kata dasar yang sama dengan bayi dan orang gila. Bayi yang masih didalam perut ibunya sehingga tidak dapat dilihat oleh mata, disebut janin. Sedangkan orang gila yang disebut sebagai majnun (akar katanya jann) karena akal sehatnya tertutup / terhalang.

Sedangkan iblis berasal dari kata ablasa yang berarti putus asa dan bingung. Disebut iblis karena makhluk ini merasa putus asa terhadap rahmat Allah. Iblis juga bisa diartikan menyimpang dari kebenaran.

Istilah setan yang dalam bahasa Arab berasal dari kata syathana, berarti ba’uda (jauh), yaitu makhluk yang selalu berusaha menjauhkan manusia dari kebenaran dan hidayah.

Disebutkan bahwa jin diciptakan dari api dan sebenarnya iblis dan setan adalah termasuk dari bangsa jin. bangsa jin yang durhakan kepada Allah.

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS Al Jin : 11)

“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.” (QS Al Jin : 14-15)

Oleh karena itu jelaslah bahwa Iblis merupakan golongan jin tetapi yang membangkah dari perintah Allah. Iblis dengan kesombongannya menolak untuk bersujud kepada Adam yang diciptakan lebih buruk daripadanya.

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Al Kahfi : 50)

Kesombongan iblis akan kedudukannya yang dianggap lebih baik menjadikan iblis mendapatkan murka dari Allah. Tetapi sesungguhnya yang patut kita ingat dan renungkan bahwa kemuliaan di sisi Allah bukanlah dari kedudukan, kekayaan, ketampanan, kebesaran akan tetapi ketakwaan kita kepada yang telah memberikan segala kepada kita, Allah Swt.

“Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran : 76)

Penjelasan selanjutnya mengenai setan. Dalam Surat Al A’raaf 16-17 diterangkan

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”

Iblis dalam usahanya menggoda dan menyesatkan manusia, maka dia disebut sebagai setan. Karena setan merupakan makhluk yang berusaha menjauhkan manusia dari mengingat Allah, seperti yang telah diterangkan dalam pengertian di atas.

Dari definisinya, berarti setan merupakan karakter atau sifat jahat, yang dalam hal ini melekat dalam diri iblis. Sedangkan iblis juga merupakan golongan jin. berdasarkan definisinya yang menjauhkan itu, setan tidak hanya diidentikkan pada diri jin tetapi juga bisa pada manusia. Manusia yang juga berusaha menggoda dan menjauhkan manusia dari kebenaran.

Untuk memperjelas bahwa penyebutan setan diberikan kepada jin dan juga manusia, terdapat dalam penjelasan surat-surat di Al Qur’an

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS Al An’aam 112)

Serta pada surat yang sangat kita kenal

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Naas 1–6)

Dalam surat-surat di atas diterangkan bahwa setan dapat berasal dari golongan jin dan juga manusia. Setan sesungguhnya merupakan karakter jahat yang melekat kepada diri siapa aja. Kita dilahirkan didunia dengan ditemani oleh setan yang bertugas untuk menyesatkan kita disaat iman kita sedang turun. Selain itu kita juga ditemani oleh 2 malaikat yang bertugas menuliskan amalan-amalan kita didunia baik yang baik maupun yang buruk.

Demikian tadi penjelasan singkat tentang hal-hal yang mungkin kita tidak pahami sebelumnya. Pembahasan selanjutnya insya4WI dapat dihadirkan untuk lebih memberikan pengetahuan kita terhadap karakter setan sehingga kita dapat berusaha menghindarinya.

Sumber Referensi:

Al Qur’an Nur Kariim

Al Hadits

http://tinarbuka-aw.students-blog.undip.ac.id/2011/07/membedakan-jin-iblis-dan-setan/

Buku:

Syafi’ie, Muhammad. 2011. Catatan Harian Setan : Mengungkap Strategi Rahasia Setan Menggoda Manusia dan Senjata Ampuh untuk Melumpuhkannya. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s