Sang Pembela Kebenaran, Penegak Kebajikan

Kalau kita menanyakan Pembela Kebenaran atau Penegak Kebajikan, bagaiamana kira-kira jawaban adik-adik kita? Pasti kebanyakan dari meraka menjawab dengan tokoh-tokoh superhero seperti Batman, Superman, Spiderman, Iron Man, X-Man, dll. Padahal tokoh-tokoh tersebut hanyalah tokoh fiktif yang tidak mungkin muncul di bumi ini.

Bila kita kembali pada masa keemasan sejarah peradaban Islam, sosok Pembela Kebenaran dan Penegak Kebajikan itu ada banyak sekali. Dan itu semua nyata adanya, bukan rekayasa. Mereka pernah hidup dan mencetak prestasi dan karya besarnya untuk umat ini. Salah satunya adalah salah satu khalifah besar, Sang Amirul Mukminin, Umar bin Khattab.

Mengapa Umar bin Khattab? Bila kita mau menyusuri jejak-jejaknya lebih jauh, akan banyak pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil. Beliau mendapat gelar Al Faruq, yang artinya pembeda. Setelah beliau masuk Islam, Umar adalah orang yang tegas dan berani dalam membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Beliau adalah superhero sejati kita umat Islam. Banyak kisah heroik yang mungkin kita tidak akan bisa menandinginya. Penasaran, apa ya kira-kira kisah heroik tokoh besar ini?

1. Keberanian

Diantara para sahabat yang lain, bisa dikatakan Umar bin Khattab adalah orang paling berani di antara yang lain. Sebelum memeluk Islam, bisa dikatakan dia adalah premannya kafir Quraisy. Begitu juga setelah masuk Islam, beliau malah menjadi tokoh sahabat utama yang paling disegani di Mekah. Ada riwayat yang mengatakan bahawa ketika dia melewati suatu jalan, kaum muslimin sangat segan, orang kafir berlarian, dan bahkan setan pun tunggang langgang.

Ketika berdakwah di Mekah, banyak sahabat yang merahasiakan keislamannya, justru Umar dengan bangga menunjukannya kepada kafir Quraisy. Pernah ketika Rasulullah SAW berhijrah, para sahabat menyusul ke Madinah secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh orang-orang kafir. Tetapi Umar bin Khattab malah sebaliknya. Beliau menuju Ka’bah dan naik di atasnya, lalu berpidato di sana: “Wahai orang-orang Mekah, saksikanlah ibnu Khattab akan hijrah. Barangsiapa yang ingin istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim, silahkan besok hadang aku.”

2. Ketegasan dalam Menegakkan hukum ALLAH SWT

Suatu ketika ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah, ia didatangi oleh perempuan yang mengaku dihamili oleh anak laki-laki Umar bin Khattab. Lalu Sang Khalifah menanyai putranya hingga dia pun mengaku. Lalu apa yang terjadi? Ya, putranya itu pun dirajam hingga meninggal. Banyak sahabat yang membujuk agar Umar meringankan hukumannya. Tetapi beliau dengan tegas menolak karena sangat takut dengan siksa ALLAH SWT. Banyak rakyat yang kagum dengan aksi Sang Khalifah ini, sungguh heroik.

Peristiwa ini sungguh berbeda dengan zaman sekarang. Misalnya, ketika ada anak seorang pejabat yang terjerat kasus kriminal, apa yang akan terjadi? Bagaimana proses hukumnya?

3. Kasih Sayang yang Luar Biasa

Ketika beliau menjai Khalifah, pernah suatu hari berkeliling Kota Madinah menyamar sebagai rakyat biasa. Lalu dilihatnya beberapa orang anak kecil bermain-main dengan seekor burung. Burung itu diikat sehinga kelelahan dan hampir mati. Lalu burung itu diminta oleh Umar, namun anak-anak kecil itu tak memberikannya. Umar pun membelinya seharga 100 dirham. Lalu memberinya minum dan kembali melepaskannya.

4. Sabar Tiada Batas

Ada seorang sahabat yang sudah tidak tahan dengan istrinya yang cerewetnya minta ampun. Lalu dia pun hendak mengadu kepada khalifah. Ketika sampai di samping rumah khalifah, dia mendengar istri Umar juga sedang ngomel-ngomel pada suaminya, bahkan lebih cerewet daripada istrinya sendiri. Tetapi Umar pun tetap sabar dan berdiam diri untuk mengalah.

Lalu ketika orang itu hendak pergi, khalifah memanggil. Orang itu pun menjelaskan maksud kedatangannya . Dan Umar menasehatinya bahwa cerewetnya istri itu tidaklah sebading dengan apa yang telah diberikan kepada kita. Beliau mengatakan istrilah sang penjaga kita dari api neraka karena dialah, kita menjaga pandangan terhadap wanita lain. Lalu istri juga penjaga penampilan suami, pemelihara rumah, pengasuh anak, dan penyedia hidangan.

Subhanalloh, kita lihat Umar yang begitu tegas, gagah, dan disegani, namun tetap kasih sayangnya terhadap istri tiada duanya.

5. Selalu Memilih Berdasarkan Keluhuran Budi dan Agamanya.

Suatu malam Umar berkeliling madinah dan herhenti di sebelah rumah. Beliau mendengarkan percakapan seorang ibu dan gadis yang diketahui sebagai penjual susu. Sang ibu berkata: “Anakku, mengapa tidak engkau tambahkan air pada susu ini? Toh, khalifah tidak akan tahu.” Lalu si gadis menjawab: “Iya benar bu, khalifah mungkin tidak tahu, tetapi ALLAH SWT Maha mengetahui.” Umar pun kagum mendengar perkataan gadis itu. Lalu beliu beranjak kembali menuju rumahnya.

Keesokan harinya khalifah menyuruh pelayannya untuk memanggil gadis penjual susu itu untuk menghadap beliau. Setelah gadis itu datang, khalifah menawarkan kepada para sahabat bahwa ada sosok gadis yang mulia, siapa yang bersedia menikahinya. Lalu salah seorang putra Umar sendiri menerima tawaran itu dan menikahi gadis tersebut. Lalu, apakah yang terjadi selanjutnya? Dari putra dan menantunya tersebut kelak lahirlah keturunan beliau yang juga menjadi sosok pemimpin besar Umat Islam, dialah Umara bin Abdul ‘Aziz.

6. Peduli Terhadap Rakyat

Kalau kisah yang 1 ini pasti sering kita dengar. Suatu malam ketika beliau berjalan di sebuah desa, lalu menemukan seorang ibu dan beberapa orang anaknya yang kelaparan. Ibu itu membujuk agar anak-anaknya itu tidak menangis karena sebentar lagi makanan akan matang. Lalu diketahui bahwa yang direbus itu adalah batu. Lalu Umar pun bergegas ke kota dan mengambil sekarung gandum di gudang. Beliau menyuruh pengawalny a meletakkan gandum itu di punggungnya. Pengawalnya kasihan dan mengatakan biarlah dia yang mengangkat gandum itu. Tetapi beliau bersikeras mengangkatnya sendiri. Belibau tidak rela bila api neraka membakarnya karena hal ini.

Lalu Umar pun menyerahkan sekarung gandum kepada ibu tadi seraya mengatakan: “Mengapa engkau tidak mendaftarkan diri ke Baitul Mal kepada khalifah? Besok engkau pergilah ke kota dan temuilah khalifah!” Keesokan harinya ibu itu sangat terkejut karena ternyata laki-laki yang ia temui semalam adalah khalifah sendiri.

Nah, itulah beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari Umar bin Khattab al Faruq. Adakah superhero yang seperti beliu? Tentu susah mencarinya, apalagi di zaman sekarang. Itu tadi adalah secuil pelajaran dari sosok Umar bin Khattab. Jika teman-teman mau mencari lagi, pasti lebih banyak lagi pelajaran-pelajaran dari beliau.

Repost from  : @gamaisitb

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s