Bertindak Proporsional

social-mediaSalah satu ujian terbesar adalah penempatan seseorang tidak pada tempatnya.  Misalnya orang saleh yang terpaksa berbuat baik kepada seorang yang dzalim.  ia bolak-balik kerumahnya, bergaul dengan orang yang tidak sesuai dengannya, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tidak cocok untuknya serta melakukan hal-hal yang menjadi penghalang tercapainya cita-citanya.

Contoh lain adalah seorang ulama yang disuruh pergi ke tempat seorang penguasa, karena ia akan menimpakan bahaya kepadanya bila ia menolaknya.  Si Ulama itu pun pergi ke tempat penguasa tersebut, ternyata disana ia melihat hal-hal yang tidak layak untuk dilihat dan tidak bisa diingkarinya.  terkadang ia membutuhkan suatu kepentingan duniawi yang tidak diberikan oleh penguasa tersebut, maka ia menyampaikannya dengan bahasa sindiran, atau dengan keterusterangan, dan kadang ia terpaksa berbuat baik kepada orang yang sulit dipergauli dengan baik.

Adakalanya seorang ulama terpaksa  masuk wilayah-wilayah yang tidak layak dengan kedudukannya, seperti  mencari uang yang memaksanya pergi ke pasar atau membantu orang  yang bisa memberinya upah.  Hal ini adalah sesuatu yang tidak sanggup ditanggung oleh orang yang selalu merasa dia awasi oleh Allah SWT, karena kekeruhan-kekeruhan yang diakibatkannya, atau ia punya keluarga namun tidak mempunyai banyak uang.

Maka ia memikirkan cara untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan ia pun terpaksa masuk ke wilayah-wilayah yang terasa tidak menyenangkan.   Terkadang ia diuji dengan kematian orang yang dicintainya, atau musibah di tubuhnya, tidak tercapainya keinginannya dan kekuasaaan musuh atas dirinya.  ia juga melihat orang fasik mengalahkannya dan orang zalim yang menghinakannya.  Seluruh perkara ini mengeruhkan kehidupannya dan hampir mengguncangkan hatinya.   Pada saaat bencana menimpa, maka tindakan yang paling tepat adalah pasrah dan mengiba pada Allah untuk mengenyahkan bencana tersebut.  Seorang mukmin yang teguh pendiriannya akan tetap tegar menghadapi bencana-bencana besar dan hatinya pun tidak akan berubah, sementar lisannya tidak melafalkan keluhan.

Bukankah Rosulullah SAW juga pernah mengatakan, ” Siapa yang mau memberikan tempat berlindung? Siapa yang mau menolongku?” (HR. Abu Dawud 4734). Bukankah Beliau juga telah masuk mekkah dengan perlindungan seorang pria kafir, disiram dengan kotoran binatang,  melihat sahabat-sahabatnya dibunuh, berbuat lemah lembut kepada orang-orang yang baru masuk Islam, Menahan lapar yang tak terperikan, namun Beliau tetap Senang dan Tegar?  Semua itu beliau lakukan karena Beliau sadar bbahwa dunia adalah Kampung Ujian, supaya Allah melihat apa yang manusia kerjakan, dan salah satu hal yang bisa memperingan beban bencana-bencana sepeertidi atas adalah keyakinan seorang hamba akan pahala dan semua bencana berasal dari kehendak Tuhan.

@IBnu J – Page 384

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s