Manfaat Menulis dibandingkan Mengajar dengan Lisan

Dengan lisan Aku hanya bisa menyampaikan ilmu hanya kepada sejumlah orang, sedangkan dengan tulisan aku dapat menyampaikannya kepada orang yang tidak terbatas yang hidup sesudahku

Seorang ulama (berilmu) mesti menyempatkan diri untuk menulis, jika memang ia diberi bakat untuk membuat tulisan yang bermanfaat,  mengingat tak semua orang yang menulis punya bakat menulis.  Tujuan menulis adalah untuk menuliskan rahasia-rahasia Allah SWT kepada hamba-hamba Nya serta mengabdikan hal-hal yang disingkap-Nya untuknya.  Kegiatan menulis berarti mengumpulkan perkara-perkara yang tercecer, mengurutkan hal-hal yang tercerai,  dan menjelaskan masalah-masalah yang terabaikan.  Tulisan seperti inilah yang bermanfaat.

Menulis sebaiknya dilakukan di pertengahan usia,  karena awal usia adalah masa untuk mencari ilmu.  Sedangkan masa akhirnya  telah melemahkan idera,  terkadang akal dan pemahaman orang yang suadah tua pun menjadi tidak normal.

Masa mencari dan masa menghafal berlangsung hingga usia 40 tahun.

sedangkan masa mengarang dan masa mengajar baru dimulai setelah usia 40 tahun ke atas.

Bila ia ditakdirkan mempunyai usia lebih dari 70 tahun, maka ia harus berkonsentrasi untuk akhirat dan bersiap-siap meninggalkan dunia ini.  Ia harus meninggalkan segala sesuatu yang tertuju pada orang lain,  kecuali mengajara yng diharapkan pahalanya, atau mengarang sesuatu yang diperlukannya.Hendaknya ia berkonsentrasi untuk menyusikan jiwanya, memperbaiki akhlaknya, dan menghapus kesalahan-kesalahannya.

Wallahu a’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s