Segeralah Menikah

     Begitu banyak anjuran menikah yang di sampaikan oleh Allah ta’ala di dalam kitab cintanya begitupun dengan hadist-hadist rasulullah saw dan juga yang telah dicontohkan oleh para sahabat rasulullah saw. Tapi entah dalam konteks apa justru mereka mempersempit ruang ini dengan berbagai alasan yang semakin mengahncurkan nilai-nilai tauhidullah didalam hati-hati mereka mereka sendiri.
 
Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah ?” (An-Nahl [16]:72)
 
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Ruum [30]:21)
 
Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An-Nuur [24]:32)
 
    Itulah sebagian ayat-ayat Allah ta’ala yang menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menyegerakan menuju mahligai pernikahan. Bagaimana Allah ta’ala menyampaikan, kehadiran seseorang yang halal didalam kehidupan kita akan memberikan sebuah ketentraman yang mungkin selama ini belum pernah kita rasakan, kemudian adanya kesempurnaan rasa kasih dan sayang dan tentunya hal ini hanya bagi orang-orang yang mau berfikir, merenung dan bermuhasabah tentang kehidupannya. Dan ada sebuah janji Allah ta’ala dalam hal ini kepada orang-orang yang takut apabila nantinya justru akan memikul beban yang berat ketika menjalani sebuah pernikahan. seperti yang disampaikan oleh sayyid sabiq dalam fiqh sunnahnya bahwa Allah ta’ala akan memberikan jalan kecukupan, menghilangkan kesulitan-kesulitan dan memberikan kekuatan untuk mengatasi kemiskinan sesuai dengan firman Allah ta’ala pada ayat cinta di atas.
Kemudian Bukhari dan muslim kembali meriwayatkan hadist dari Ibnu Mas’ud ia berkata, Rasulullah saw berkata kepada kami : “Wahai para pemuda, barnagsiapa diantara kamu yang mampu ba’ah (memberikan nafkah lahir batin), maka hendaklah ia menikah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena hal itu menjadi perisai baginya”
> Abu malik kamal bin as-sayyid salim menjelaskan dalam kitab fiqh sunnahnya bahwa yang dimaksud dengan ba’ah adalah biaya dan ongkos pernikahan, karena sabda nabi ini ditujukan kepada orang yang telah mempu berjima’. sedangkan al-wija’ adalah apa dapat meredam syahwat.
   Yakinlah bahwa Pernikahan tidak akan perna menyulitkan hamba-hamba Nya. Justru akan begitu banyak sekali pertolongan-pertolongan Allah ta’ala ketika pernikahan itu diberangi dengan niat-niat untuk memproteksi diri dengan kondisi lingkungan yang semakin jahiliyah. dan teruntuk para ikhwan yang masih bimbang dengan jalan ini, bagaimana sudah saatnya antum untuk merenung dan bermuhasabah diri dan belajar untuk mengenali diri antum dimakah posisi diri antum saat ini? Apakah antum hanya orang yang mempunyai kesiapan secara ekonomi tapi antum tidak sanggup untuk memberikan nafkah atau justru antum orang tidak mempunyai kemampuan ekonomi tapi antum memiliki kesiapan dalam memberikan nafkah?

 

Sumber: Islamedia.co/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s