FILOSOFI SHOLAT FARDHU

Shalat adalah ibadah utama seorang muslim. Tanpa shalat maka kemusliman seseorang dipertanyakan. Shalat adalah penghambaan dan pengabdian kita kepada Allah swt. Sesuai dengan tujuan penciptaan manusia dalam Surat Adzariyat ; 56 Allah swt berfirman “ Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. Allah swt adalah Sang Maha Pencipta, Dialah Yang menghidupkan dan mematikan kita. Dia juga yang memberikan rezki dan karunia yang amat banyak kepada kita. Oleh karena itu sangat pantas kiranya kita bersyukur kepada-Nya. Realisasi syukur itu salah satunya dengan beribadah kepada-Nya, terutama ibadah shalat.

ASAL MULA SHALAT 5 WAKTU

Shalat adalah ibadah terpenting bagi seorang muslim. Shalat menjadi tolak ukur kesalehan seseorang. Bahkan shalat merupakan amal kunci bagi segala amal lainnya. Meski demikian jarang sekali orang mengerti bahwa masing-masing waktu shalat yang lima itu mengandung hikmah dan memiliki sejarah masing-masing.

SHALAT SUBUH

Ketika Nabi Adam diturunkan ke dunia diwaktu malam, beliau merasa takut. Ia dan Siti Hawa tidak diturunkan di satu tempat yang sama. Siti Hawa di Jeddah Saudi Arabia, sedangkan Nabi Adam di bukit Ruhun di pulau Sailan atau kini dinamakan Sailandra. Setelah fajar terbit, Nabi Adam ‘Alaihi Sallam. sujud syukur dua kali sujud kehadirat Allah. Itulah sebabnya sholat subuh dua raka’at mengingatkan akan Nabi Adam ‘Alaihi Sallam sebagai orang yang pertama sujud di muka bumi.

Dua rakaat Subuh dijalankan oleh Nabi Adam di bumi setelah diturunkan dari surga. Waktu itu pertama kalinya Nabi Adam melihat kegelapan. Begitu gelapnya sehingga ia merasakan ketakutan yang amat sangat. Namun kemudian kegelapan itu secara lamban mulai sirna mengusir rasa takut, dan perlahan terbitlah terang. Itulah pergantian waktu malam menuju pagi. Oleh karenanya, dua rakaat Subuh dilaksanakan sebagai rasa syukur atas sirnanya kegelapan pengharapan atas datangnya kecerahan.

Sujud pertama karena telah hilang rasa takutnya sebab gelapnya malam,

Sujud kedua karena syukur telah datangnya waktu pagi.

 

SHALAT DZUHUR

Manusia pertama yang mengerjakan Sholat Dzuhur empat raka’at Nabi Ibrahim ‘Alaihi Sallam. Empat raka’at dhuhur dilaksanakan, ketika Allah menggantikan Ismail yang rencananya disembelih sebagai kurban dengan seekor domba. Ini terjadi tatkala siang, tatkala matahari bergeser sedikit dari titik tengahnya. Empat raka’at itu menunjukkan beberapa perasaan Nabi Ibrahim;

Sujud pertama menyatakan syukur kehadirat Allah, karena ia dan puteranya Ismail mampu menyelesaikan tugas berat dari Allah.

Sujud ke dua, syukur atas kehadirat Allah karena beliau tidak terperdaya oleh bujukan syetan.

Sujud ke tiga, syukur kehadirat Allah karena Ismail adalah putera yang sabar dan ia selamat tanpa luka apapun.

Sujud ke empat, kesyukuran atas digantikannya Ismail ; kurban itu kemudian diganti dengan seekor domba gemuk.

 

SHALAT ASHAR

Manusia pertama yang mengerjakan Sholat ashar adalah Nabi Yunus AS, ketika diselamatkan oleh Allah dari perut ikan Nun (paus). Ketika Nabi Yunus berada di dalam perut ikan yang dapat dilakukannya hanyalah pasrah. Pada saat itu malaikat Jibril mengajarkan beliau mengucap zikrullah:

Laa ilaaha anta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin.”

Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku daripada orang yang zhalim.”

Ketika di dalam perut hut itu Nabi Yunus as. merasakan empat macam kegelapan, gelap karena kekhawatiran hasya, gelap di dalam air, gelap malam dan gelap di dalam perut ikan. Demikianlah Nabi Yunus as. keluar ketika matahari mulai condong ke barat dan shalatlah beliau empat raka’at sebagai penanda terbebas dari empat macam kegelapan itu. Setelah keluar dari perut ikan paus nabi Yunus AS melaksanakan sholat 4 rakaat (ashar).

Sujud pertama menyatakan syukur kehadirat Allah atas karunia beliau sudah terlepas dari kegelapan pikiran sehingga beliau mendapat musibah ditelan ikan besar.

Sujud ke dua menyatakan syukur kehadirat Allah sudah terlepas dari bahaya maut terkubur dalam perut ikan.

Sujud ke tiga menyatakan syukur kehadirat Allah atas karunia-Nya sudah keluar dari dalam laut yang dalam dan gelap.

Sujud ke empat menyatakan syukur kehadirat Allah atas karunia yang mengerakkan seekor kambing betina memberi minum air susunya tiap hari sehingga kekuatan tubuhnya pulih kembali.

 

SHALAT MAGHRIB

Manusia pertama yang mengerjakan sholat maghrib adalah Nabi Isa ‘Alaihi Sallam. Hal ini terjadi ketika Nabi Isa dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan dan kebodohan kaumnya di penghujung senja. Bersyukurlah Nabi Isa ‘Alaihi Sallam, lalu sholat tiga rakaat karena diselamatkan dari kejahilan tersebut.

Sujud pertama adalah menandai perjuangan beliau menegakkan tauhid dan menafikan semua bentuk sesembahan kecuali Allah.

Sujud ke dua, syukur kehadirat Allah yang telah menyelamatkan ibunya dari dari tuduhan zina yang tidak benar dan penganiayaan orang yahudi.

Sujud ke tiga adalah syukur kehadirat Allah yang telah menyelamatkan dirinya dari penghianatan muridnya yang akan menangkapnya untuk diserahkan kepada raja
Herodes dan akan dijatuhkan hukuman mati di palang kayu salib. Di saat itu adalah waktu maghrib, beliau sujud tiga kali dan kemudian diangkat ke langit oleh Malaikat Jibril.

 

SHALAT ISYA’

Manusia pertama yang mengerjakan sholat Isya adalah Nabi Musa ‘Alaihi Sallam. Hal ini terjadi ketika Nabi Musa ‘Alaihi Sallam telah tersesat dan berusaha mencari jalan keluar dari Negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan duka cita. Allah menghilangkan semua perasaan kesedihan itu pada waktu isya yang akhir. Dihilangkannya empat kesedihan yang menimpa Nabi Musa as. oleh Allah swt. ketika meninggalkan kota Madyan menjadi sejarah ditetapkannya shalat Isya empat rakaat. Tercatat empat kesedihan itu berhubungan dengan istrinya, saudaranya yang bernama Harun, anak-anaknya, dan kesedihan karena kekuasaan Fir’aun. Dan ketika semua kesedihan itu diangkat oleh Allah swt. di waktu malam, Nabi Musa pun mengerjakan sholat empat rakaat sebagai tanda syukur:

Sujud pertama sebagai ungkapan syukur karena Allah menyelamatkan beliau dari kejaran fir’aun.

Sujud ke dua sebagai ungkapan syukur karena Allah telah menolong beliau selama dalam perantauan di Madyan sampai beliau beristri puteri Nabi Syu’aib,

Sujud ke tiga, sebagai ungkapan syukur kerena Allah telah memilih beliau sebagai Nabi untuk menyelamatkan Bani Israil dari tindasan Fir’aun.

Sujud ke empat, sebagai ungkapan syukur karena Allah telah menerima permohonan beliau untuk menjadikan kakaknya (Nabi Harun ‘Alaihi Sallam) sebagai Nabi.

 

Demikianlah semua hikmah yang melatar belakangi lima shalat fardhu yang diwajibkan kepada semua orang muslim hingga kini sesuai dengan tuntunan syariah.

*Dinukil dari kitab Sulamun Najah

 

Keutaman shalat dalam islam

  1. Shalat adalah kewajiban paling utama setelah dua kalimat syahadat dan merupakan slah satu rukun islam.
  2. Shalat merupakan pembeda antara muslim dan kafir, Rasulullah bersabda “sesungguhnnya batasan antara seseorang dengan kekafiran dan kesyirikan adalah shalat, barang siapa yang meninggalkan shalat maka ia KAFIR.
  3. Shalat merupakan tiang agama dan agama seseorang tidak akan tegak kecuali dengan menegakan shalat.
  4. Shalat adalah amalan yang pertama kali akan di hisab pada hari kiamat nanti.
  5. Shalat merupakan penjaga darah dan harta seseorang.
  6. Menjadi perhiasan/ putihnya wajah
  7. Menjadi cahaya hati – membimbing kepada kebenaran
  8. Menjadi sarana pengobatan badan (banyak manfaat kesehatan pada gerakan sholat)
  9. Memudahkan/meringankan perkara dalam kubur
  10. Mendatangkan rohmat dari Allah
  11. Mengantar ke syurga dan penghalang api neraka.

 

Kerugian meninggalkan sholat
1. Subuh : cahaya wajahnya akan pudar
2. Dzuhur : berkah pendapatan akan hilang
3. Ashar : kesehatan akan terganggu
4. Magrib : pertolongan anak akan jauh di akhirat nanti
5. Isha : kedamaian dalam kubur akan sulit didapatkan.

 

Sholat merupakan media komunikasi kita kepada Allah, dan sebagai cara kita menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. sholat bisa kita jadikan koreksi untuk diri kita sendiri. Karena sholat sesungguhnya bisa menjadi cerminan pribadi diri kita.

Barangsiapa yang sholatnya baik, maka kehidupannya akan baik (tertata) pula.

Kehidupan manusia akan berubah menjadi lebih baik ketika dia mengubah sikapnya menjadi sikap yang lebih baik. Shalat adalah sarana untuk memperbaiki sikap manusia agar menjadi lebih disiplin, lebih tenang dan terkendali, mencintai kebersamaan, dan senantiasa ingat kepada Allah swt. Pribadi yang tenang, disiplin, teratur, mampu bekerjasama dengan orang lain serta selalu merasa dekat dengan Allah swt adalah cirri-ciri pribadi yang akan meraih kesuksesan didunia ini dan akan terhindar dari prilaku yang buruk dan merugikan.

Apalah artinya sholat jika perilaku orang yang menjalankannya tidak terwarnai oleh sholat itu sendiri?

Sholat bukan hanya gerakan badan atau komat-kamit mengucapkan sesuatu dalam bahasa arab. Sholat juga bukan sekedar gerakan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Jika pengetahuan kita tentang sholat sebatas itu, tentu saja terlalu sederhana. Lebih jauh dan dalam dari itu semua, sholat adalah sarana latihan, sarana pendekatan dan sarana komunikasi batin kita kepada allah. Sungguh dahsyat makna dan tujuan sholat itu sebenarnya.

Dan akhirnya, marilah kita semua untuk terus memperbaki kehidupan kita dengan terus memperbaiki ibadah sholat kita, agar kehidupan kita menjadi lebih baik, tertata dan kedamaian menyertai kita selalu. # Wallahua’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s