Rindu Baitullah

Ibadah haji merupakan dambaan bagi setiap muslim, tak terkecuali muslim di Indonesia.  Setiap tahun Indonesia mengirimkan sekitar 200 ribu jamaah untuk berangkat menunaikan ibadah haji.  Semenjak tahun 2013 kemaren ada pengurangan kuota untuk semua negara yang mengirimkan jamaah hajinya. Kuota  setiap negara dipotong sekitar 20% dari total kuota.  Berdasarkan kesepakatan OKI (Organisasi konferensi Islam) bahwa kuota negara ditetapkan sebesar 0,1% dari jumlah penduduk suatu negara yang artinya hanya 1 orang dari 1000 orang yang tinggal disuatu daerah yang dapat kuota. kuota  ini dilakukan untuk mencegah kemersialisasi Haji oleh  Arab saudi. Indonesia  sebenarnya mendapat porsi kuota sekitar 200 ribu lebih jamaah, tetapi karena ada perluasan dan pembangunan di masjidil Haram sehingga pemerintah KSA mengurangi kuota setiap negara sebesar 20%  sampai sekitar tahun 2016.  Akibatnya kini daftar antrian tunggu Haji semakin panjang bahkan ada yang lebih dari 15 tahun, daftar tahun ini berangkatnnya sekitar 2030.

masjidil-haram-makkah

Antrian Haji untuk Indonesia semakin panjang, oleh karena itu sebaiknya bagi muslim yang ingin berangkat haji mulai mendaftar dari sekarang untuk mendapatkan porsi.  Berdasarkan informasi dari Kemenag untuk haji reguler porsi antrian sudah mencapai tahun 2030an, sedangkan untuk haji plus (ONH+) antrian mencapai tahun 2019 .  Bagi jamaah sebaiknya juga berhati-hati terhadap jasa travel atau oknum tertentu yang menawarkan percepatan antrian,  karena banyak kasus penipuan yang berkedok menawarkan berangkat haji tahun ini dengan membayar sejumlah cost tertentu.

Biaya perjalanan Haji di indonesia berbeda dari tahu ke tahun.  Biaya perjalanan salah satunya dipengaruhi oleh harga kurs dollar  terhadap rupiah.  JIka dollar menguat dan nilai rupiah melemah maka ongkos naik haji menjadi lebih mahal (meningkat) begitupun sebaliknya.  Untuk tahun 2014 ini  biaya perjalan haji reguler di Indonesia  berkisar antara 34 hingga 45 juta rupiah.  Biaya untuk jamaah di  wilayah Aceh  mencapai  sekitar 34 juta rupiah dan untuk wilayah Papua mencapai Sekitar 42 juta rupiah.  Sedangkan untuk  biaya perjalan haji khusus berkisar 8500 dollar hingga 11000 dolar jika dirupiahkan mencapai sekitar  90 sampai 130 juta rupiah, harga ini tentunya berbeda-beda untuk setiap travel sesuai kebijakan masing-masing.

Beberapa waktu yang lalu keluarga saya sempat mendapatkan tawaran untuk menunaikan haji khusus dengan ongkos sekitar 120 juta rupiah/orang untuk kuota sisa sepuluh orang  dari salah satu travel. Waktu yang diperlukan untuk  haji khusus ini sekitar 15-26 hari lebih capat dari haji reguler yang memakan waktu mencapai 40 hari.  Fasilitas yang dijanjikan seperti makanan prasmanan, penginapan dekat masjid (mekkah & Nabawi), 1 kamar bisa untuk 2-4 orang, serta fasilitas  lainnya.  Tetapi karena kalah cepat dengan jamaah lain  yang segera mendaftar untuk memperoleh kuota haji khusus tersebut (siapa cepat dia dapat), mungkin belum rezeki bagi keluarga kami.

Informasi Pendaftaran Haji dari Kemenag RI:

Setiap kegiatan yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji mengacu pada ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2009. Penyelenggaraan ibadah haji Indonesia dibagi dalam dua kategori, yaitu haji reguler yang sepenuhnya  dilaksanakan oleh Pemerintah, dan haji khusus yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yang telah mendapat izin dari Menteri Agama.

TATA CARA PENDAFTARAN HAJI
A.  Waktu danTempat
– Pendaftaran haji dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota tempat domisiti setiaphari kerja.
􀂙 Syarat-Syarat Untuk Mendaftar Haji:
a. beragama Islam;
b. sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter;
c. memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku
d. memiliki Kartu Keluarga;
e. memiliki Akte Kelahiran atau surat kenal lahir atau Buku Nikah atau Ijazah.(bila tidak punya bisa diganti surat keterangan dari camat)
f. apabila jamaah haji sudah punya paspor yang masih berlaku pada point d dan e diganti dengan photo copy paspor dengan menunjukkan paspor aslinya.
g. Memiliki tabungan untuk setoran awal diatas Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah)

B.  CaraMendaftar

  • Memeriksakan diri ke Puskesmas setempat;
  • Membuka tabungan pada Bank Penerima Setoran – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) dengan saldo diatas 25 juta;
  • Datang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota sesuai domisili dengan membawa  Surat Keterangan Sehat, KTP, Buku Tabungan dan pasfoto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 10 buah Menyerahkan pas foto 3 x4 sebanyak 10 lembar dengan ketentuan berlatar belakang putih dan berukuran wajah tampak 70-80%.
  • Mengisi Surat Permohonan Pergi Haji (SPPH) pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu  (SISKOHAT) dipandu petugas dan disahkan oleh petugas Kantor Kementerian Agama Kab/Kota;
  • BPS-BPIH membuat nota pendebetan rekening tabungan haji sebesar Rp. 25 juta untuk ditransfer  ke rekening Menteri Agama Cq. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah di Cabang BPS-BPIH yang ditunjuk sebagai pooling dana Setoran Awal Haji. Cabang BPS-BPIH menginput nomor pemindahbukuan / transfer dan data SPPH untuk mendapatkan nomor porsi sebagai bukti telah syah terdaftar sebagai calon jemaah. Kemudian Calon Haji mendapatkan bukti setoran awal.
    Di BPS BPIH jamaah akan mendapatkan 5 (lima) lembar bukti setor:
    1. Lembar pertama (asli) untuk calon jemaah haji;
    2. Lembar kedua untuk BPS BPIH;
    3. Lembar ketiga untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota;
    4. Lembar keempat untuk Kantor Wilayah Kementerian Agama;
    5. Lembar kelima untuk Kantor Kementerian Agama Pusat cq Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
  • Melaporkan diri ke Kankemenag Kab/ Kota tempat mendaftar paling lambat 5 (lima) hari dengan menyerahkan Bukti Setoran dari Bank

C.  BPS BPIH

  1. Bank Negara Indonesia;
  2. BNI Syariah
  3. Bank Rakyat Indonesia;
  4. BRI Syariah
  5. Bank Mandiri;
  6. Bank Syariah Mandiri;
  7. Bank Tabungan Negara;
  8. BTN Syariah
  9. Bank Bukopin;
  10. Bank Muamalat Indonesia;
  11. Bank Mega Syariah
  12. BPD daerah masing-masing

* Informasi dari Kemenag mulai tahun depan (2015), Bank Penerima Setoran (BPS-BPIH) hanya dapat dilakukan melalui perbankan syariah.

D.. PELUNASAN BPIH

  • Besaran BPIH ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Agama setelah mendapat persetujuan DPR, yang digunakan untuk keperluan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
  • Prioritas pemberangkatan jemaah haji diberikan kepada calon jemaah haji yang nomor porsinya masuk dalam alokasi porsi provinsi dan telah melunasi BPIH tahun berjalan, belum pernah haji dan berusia 18 tahun ke atas dan atau sudah menikah.
  • Waktu dan Tempat Pelunasan
    – Waktu pelunasan BPIH tahun berjalan dilaksanakan setelah ditetapkan Peraturan Presiden tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)
    – Pelunasan BPIH dilakukan pada BPS BPIH tempat setor semula.

Syarat-Syarat Untuk Melunasi BPIH:

  • Memiliki nomor porsi yang masuk dalam alokasi porsi Provinsi dengan ketentuan:
  • Belum pernah haji;
  • Berusia 18 tahun dan atau sudah menikah.
  • Suami, anak kandung dan orang tua kandung yang pernah haji dan akan bertindak sebagai mahram bagi jemaah haji sebagaimana dimaksud di atas, atau pembimbing ibadah haji yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan dikonfirmasikan ke dalam SISKOHAT sebelum waktu pelunasan dimulai.

Cara Melakukan Pelunasan BPIH
– Datang ke BPS BPIH dengan membawa Bukti Setoran Awal;
– Menambah kekurangan BPIH tahun berjalan sesuai dengan besaran yang ditetapkan oleh Presiden;
– Menerima Bukti Setoran Pelunasan BPIH;
– Melaporkan diri ke Kankemenag Kab/Kota tempat mendaftar paling lambat 7 (tujuh) hari dengan membawa dan menyerahkan Bukti Setoran Pelunasan warna merah dan kuning, pasfoto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 20 buah dan ukuran 4×6 sebanyak 2 buah;

* Calon jemaah haji yang masuk dalam alokasi porsi Provinsi tetapi tidak melunasi BPIH tahun berjalan menjadi waiting list tahun berikutnya.
E. PEMBATALAN
􀂙 Calon jemaah haji yang membatalkan pendaftarannya, BPIH nya dikembalikan melalui rekening di BPS BPIH tempat setor semula. Untuk setoran awal BPIH nya dikembalikan penuh sedangkan untuk untuk setoran lunas dikenakan biaya administrasi sebesar 1 % (satu persen).
􀂙 Permohonan pengajuan pengembalian BPIH jemaah batal dilakukan melalui Kankemenag Kabupaten /Kota domisili, dengan melampirkan:
– Bukti setoran BPIH asli lembar pertama dan keempat;
– Surat Pernyataan Batal dari caloh jemaah haji bermaterai Rp. 6.000,-
– Surat kuasa bermaterai Rp. 6.000,- dari calon jemaah haji yang bersangkutan, dan diketahui Lurah/ Kepala Desa setempat, apabila pengambilan dikuasakan kepada orang lain;
– Fotocopy surat kematian dan surat keterangan ahli waris bagi yang batal karena meninggal dunia;
􀂙 Penyelesaian proses pembatalan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Kankemenag Kab/ Kota,
Kanwil Kemenag Provinsi, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, dan Bank Penerima Setoran BPIH

        Demikian sedikit informasi mengenai perjalanan haji.  Semoga bagi saudara (pembaca) yang sudah memiliki niat/keinginan dimudahkan dan dilancarkan rizkinya sehingga dapat berangkat ke Baitullah menjalankan rukun Islam ke-5.  Yang memiliki kemampuan finansial juga dapat segera mendaftarkan diri ke Kantor Kemenag setempat untuk mendapat porsi antrian.  Bagi yang sudah mendaftar tetapi masih lama sampai diberangkatkan semoga diberikan kesabaran dan dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin menuju Baitullah.  Informasi lebih lanjut tentang Tata cara dan informasi  Pendaftaran Ibadah Haji, saudara dapat langsung bertanya pada kantor Kemenag terdekat (Kanwil Kemenag Kota/Kabupaten). Kurang lebihnya mohon maaf dan  Terimakasih atas kunjungan pembaca semuanya.

#Website haji Kemenag: http://haji.kemenag.go.id/v2/

Iklan

One thought on “Rindu Baitullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s