Karena Allah Menunda ‘Kesuksesan’ Kita

Kesuksesan itu sunatullah, diberikan kepada orang yang profesional.

“…Barang siapa bersungguh-sungguh maka dia akan mendapatkannya.”

Lantas mengapa kesuksesan itu ditunda, diakhirkan atau ditangguhkan oleh sang pencipta.  Ada beberapa Hikmah mengapa Allah ‘menunda’ kesuksesan Kita, diantaranya:

  1. Pantaskan Diri – Karena Kita masih terlalu lemah untuk memegang amanah tersebut, belum matang dan belum sempurna dalam membentuk kepribadian.  Belum menggalang semua sumber daya.  belum mengenali sejauh mana batas potensi dan keahlian yang masih terpendam.  Karena bila sukses diberikan kepada orang yang masih mentah niscaya dia tidak akan mampu bertahan.  Ia tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan kesuksesan itu lebih lama lagi.
  2. Totalitas – Agar kita mengerahkan seluruh sumber daya kekuatan yang ada dan cadangan devisa yang dipunya, tidak menyisakan sedikitpun dari sesuatu yang berharga ataupun yang dicintai melainkan semua itu dicurahkan dengan ringannya demi perjuangan di jalan Allah.  Ironisnya, selama ini kita sering kali hanya berkorban dengan sisa-sisa waktu, sia-sisa tenaga, sia-sisa harta, dan sisa-sisa lain dari bagian hidup kita.  Maka wajar bila sukses tak kunjjung tiba. Kalaupun dapat sekedar sisa?
  3. Mendekat dengan Yang Maha Kuasa –   salah satu kekuatan final untuk menggapai kesuksesan adalah dukungan dari Allah.  Sesungguhnya pertolongan Allah tidak akan diturunkan kecuali bila kita telah mengerahkan akhir kekutan yang disanggupi, dan kemudian menyerahkannya kepada Allah.  Keharmonisan hubungan dan eratnya interaksi dengan sang Pencipta akan menjadi jaminan awal bagi komitmen dalam menggapai kemenangan.
  4. Karena kita belum ikhlas secara total dalam perjuangan, mobilitas dan pengorbanan.  Kita masih melangkah setengah hati.  Melangkahkan kaki kanan ke surga tetapi menitipkan kaki kiri ke neraka. Kita belum murni dalam mengerahkan potensi dan mengarahkan kekutan kita.  Masih menimbang-nimbang antara kenikmatan dalam taat dan menikmati aneka maksiat.
  5. Karena kita tidak mampu meliohat dan memanfaatkan momentum .  Karena tersibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat,  cenderung cinta dunia, takut mati dan kehilangan momen yang bersejarah.

Awal dalam melangkah menggapai kemenangan kita perlu target yang jeleas, tujuan yang hendak dicapai, apakah mengandung kebaikan dan bermanfaat.  Jika dari awal niatnya sudah salah maka besar kemungkinan tujuan itu tidak tercapai.  Jadi pertama, Mari luruskan niat.

ketika niat sudah  diperbaiki, selanjutnya adalah memaksimalkan  sumberdaya (kekuatan) yang kita miliki dengan totalitas.  Rela mengorbankan semua yang dimiliki serta bersungguh-sungguh dalam mengoptimalakan usaha diri, memaksimalkan peluang dan kesempatan yang ada.

Dan ketika semua usaha sudah dilakukan secara maksimal, maka kini  saatnya untuk berserah diri, mengharap yang terbaik dari-Nya.  Kita harus lebih mendekatkan diri pada Allah dengan memperbanyak ilmu, ibadah dan amal untuk melancarkan usaha menggapai kemenangan.   Terkadang dalam menanti kemenangan kita kurang bersabar dan berputus asa. Menapaki jalan kesuksesan ibarat menapaki  anak tangga; kita tahu tujuan diatas, mulai menapaki satu-persatu anak tangga dengan usaha yang optimal, siap akan risiko terjatuh atau terpeleset, dan bersabar terus berjuang mencapai puncak.

Seringkali kita terpeleset dan mengalami kegagalan, teruslah berjuang dan yakinlah bahwa kemenangan akan engkau raih. Dalam 100 percobaan mencapai keberhasilan, mungkin 99 usaha mengalami kegagalan dan hanya 1 usaha yang berhasil.  Jangan takut menghadapi permasalahan dan kegagalan, karena itu adalah sarana kita untuk belajar, bangkit dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Pahitnya kegagalan akan memberikan rasa manisnya kemenangan.

Kunci utamanyanya: Niat yang baik, Usaha yang optimal, doa dan tawakal.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s