Sedekah Menambah Umur

Sedekah 15115 1625

Iklan

Hidup damai, Indah, & Tertata

Bila Subuh utuh. Pagi tumbuh. Hati teduh. Pribadi tidak angkuh. Keluarga tidak keruh. Maka Damai berlabuh..!
Bila dhuhur teratur. Diri jujur. Hati tidak kufur. Amal tidak udzur. Keluarga akur. Maka pribadi makmur…!
Bila Asar kelar. Jiwa sabar. Raga tegar. Senyum menyebar. Maka rejeki lancar..!
Bila Magrib tertib. Ngaji jadi wirid. Wirid jadi karib. Jauh dari aib. Maka syafa’at tidak raib…
Bila Isya terjaga. Malam bercahya. Ketenangan menjadi niscaya. Barokah Allah lancar adanya. Hidup cerah, indah, dan tertata….

By: Ust Tulus M, L.c

Menjaga Waktu

Hari-hari yang berlalu adalah bagian dari umur dan tahapan dari sebuah perjalanan.  Ia akan berjalan sehari demi sehari dan kepergiannya merupakan pengurangan umur, penyempurnaan warisan, pendekatan kepada ajal, dan penutupan perbendaharaan Amal.  Sehingga pemuda yang cerdas akan selalu memanfaatkan keelokan masa mudanya untuk menghafal Qur’an dan matan-matan, mengahadiri pelajaran para ulama, serta membca buku dan beribadah.

Aktivitas ini merupakan bentuk realisasi dari wasiat Nabi kepada Ibnu Abbas:

“Bersungguh-sungguhlah terhadap hal yang bermafaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan lemah”

>>Para ulama menjadi unggul karena penjagaan mereka terhadap umurnya.  Adapun berteman dengan orang-orang saleh, hal itu akan membantu mereka menaati Rabb-Nya.

Ketika Akhwat Menawarkan Diri

Assalaamu’alaikum, Sahabat BiHaRiM..
Masih ingat kan, tentang Sayyidah Siti Khadijah radhiallahu ‘anha yang melamar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam? Juga seorang shahabiyah radhiallahu ‘anha yang menawarkan dirinya pada Rasulullah untuk dinikahi, tetapi kemudian Allah memberi pilihan lain hingga shahabiyah ini dinikahi oleh lelaki lain dengan mahar hafalan Qur`an (lihat kitab shahih Muslim, bab Nikah).

Dua contoh di atas bisa dijadikan teladan, khususnya buat para akhwat yang sudah rindu menikah namun jodoh tak kunjung datang. Tak kunjung datang ya? Cuma nunggu sih..
Kenapa harus menunggu ikhwan yang belum tentu siapa, dan kapan datangnya? Jika Siti Khadijah dan shahabiyah saja menawarkan diri, akhwat sekarang pun tentu bisa, why not?

Tidak akan menjadi rendah ataupun hina seorang akhwat yang menawarkan diri karena Allah, justru mereka akan Allah muliakan sebagaimana Allah memuliakan Siti Khadijah, juga seorang shahabiyah. InsyaAllah..

Namun sebelum ukhti menawarkan diri pada ikhwan, ada beberapa tahap yang perlu ukhti perhatikan.. Baca lebih lanjut

Rinduku pada Halaqah

Liqa'

Liqa’

Do’a Rabithah:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa Hati-hati kami telah berpadu, untuk mencurahkan mahabbah kepada MU, bertemu untuk taat kepada-Mu, Bersatu dalam rangka menyeru dijalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu, Maka kuatkanlah pertalian ikatannya.
Ya Allah abadikanlah kasih sayangnya ,  tunjukanlah jalannya, terangilah jalannya penuhi dengan cahya Mu yang tiada pernah padam. Ya Rabbi kabulkanlah do’a kami.
Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu, hidupkan dengan ma’rifatMu, dan matikanlah kami dalam keadaan syahid dijalan Mu.
Sesungguhnya Engkaulan sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Amiin”

Keajaiban dan Keberkahan Hujan

Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

TAHAP KE-2: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb.

Fakta & Keajaiban air hujan:
1.Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam. Normalnya menurut para ilmuwan; air hujan yang jatuh ke bumi dari ketinggian sekitar 10 km adalah 560 km/jam, sangat cepat bukan?. Karunia Allah membentuk sedemikian rupa hujan menyerupai parasut sehingga kecepatannya hanya 8-10 km/jam saat jatuh ke bumi dan tidak menyakiti kita. Banyangkan jika kecepatan jatuhnya hujan 560 km/jam, itu melebihi kecepatan peluru yang ditembakkan pistol yang kecepatannya rata-rata 300 km/jam kita mungkin harus memakai rompi anti peluru atau berlindung dibalik gedung saat hujan. subhanallah….. Baca lebih lanjut

Do’a mohon kekhusukkan hati

Ada sebuah doa yang diajarkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Di dalamnya terkandung permohonan agar Allah melindungi kita dari empat keburukan. Doanya berbunyi sebagai berikut:


“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.”(HR Muslim 4899)
Setiap muslim tentunya tidak ingin terlibat dengan keempat macam keburukan yang disebutkan di dalam doa ini.Pertama, ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang tidak bermanfaat adalah semua jenis ilmu yang tidak mengantarkan seseorang kepada penambahan iman. Ilmu yang tidak bermanfaat justru merongrong iman seseorang sehingga semakin lama imannya semakin menipis. Sedangkan ilmu bermanfaat ialah ilmu yang membuat seseorang menjadi semakin dekat dengan Allah.Ilmu bermanfaat akan mengantarkan seseorang untuk menjadi ingat akan kehidupan sejati kelak di akhirat. Contohnya ialah para ulul al-bab (orang-orang yang berakal) yang disebutkan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“…Sungguh terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS Ali Imran ayat 190-192) Baca lebih lanjut

Idul fitri

Saya mengucapkan:

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI!!

Taqoballahuminna wa mingkum, Taqobal ya kariim.

Segala puji bagi Allah atas begitu banyak karunianya pada kita semua,  sehingga kita dapat menyelesaikan puasa Ramadhan tahun ini.  Kita kembali berbuka

semoga kita mendapatkan ampunan dari Allah dan memperoleh balasan atas amalan-amalan pada bulan  ramadhan.

Di bulan syawal ini marilah kita isi dengan mempertahankan dan meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT, jangan sampai kebiasaan kita banyak beramal dan beribadah di bulan romadhon lalu kita tinggalkan.  Bulan ramadhan yang lalu adalah tempat kita banyak mencari ilmu/kebaikan  yang kemudian akan  kita  sebarkan dan berikan di bulan-bulan setelah ramadhan.

Alangkah sedihnya kita, telah ditinggalkan bulan ramadhan yang di dalamnya begitu banyak barokah.  Semangat beribadah di bulan romadhon begitu besar,  begitu banyak  kajian-kajian maupun majelis taklim yang menambah khasanah pengetahuan kita terhadap ajaran Islam, seluruh keluarga berkumpul menghapus rasa rindu dan memupuk rasa kasih sayang yang semakin kuat.  Sungguh luar biasa bulan Ramadhan itu. Kita berharap satu tahun adalah bulan ramadhan semua!   Karena kita merasa tentram dan dekat pada Sang pencipta pada bulan ramadhan.  Ibaratnya kita sedang menjadi malaikat di bulan Ramadhan ini dengan banyak bertasbih kepada Allah SWT, mengharap ampunan dan ridho-Nya.

Setelah ramadhan mari kita isi dengan banyak berbuat  kebaikan, bersilaturahmi dengan kerabat , handaitolan,  teman-teman, dan saudara seluruh muslim untuk  saling bermaaf-maafan.

Jadikanlah setiap perbuatan kita sebagai bentuk ibadah; untuk mencari ridho Allah SWT semata.

Minal ‘adzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin…..  : )

sekian dan terima kasih.