Hikmah; 6 Pertanyaan Imam Ghazali

Suatu hari , imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu, Imam al Ghazali bertanya tentang enam hal. Pertama,”Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya menjawab, “Orang tua guru, kawan, dan sahabat.”

Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Namun, yang paling dekat dengan kita adalah,”MATI”. Sebab, itulah yang dijanjikan Allah bahwa setiap yang bernyawa, pasti akan mati. (QS. Ali Imran: 185)

Kedua, “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”

Murid-muridnya menjawab, “Negara Cina, Bulan, matahari, dan bintang-bintang.”

Lalu Imam Ghazali mengatakan, bahwa semua itu benar, tapi yang paling benar adalah “MASA LALU”. Masa lalu tidak akan pernah kembali, sedangkan manuasia tidak akan mampu kembali ke masa lalu atau mengubahnya. Oleh sebab itu, kita harus mampu menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.

Ketiga, “Apa yang paling besar di dunia ini?” Baca lebih lanjut

Ikatan Kesabaran dan Syukur

Hakikat dari Sabar

Hakikat sabar dan   syukur adalah ungkapan iman dalam menyhambut setiap karunia-Nya.  Sabar adalah bentuk syukur dalam menyambut kurnia nikmta-Nya yang berbentuk lara, duka, nestapa, dan mesibah.  Syukur merupakan bentuk sabar dalam menyambut kurnia-Nya dalam bentuk kesenangan, kelapangan, sukaria dan nikmat.

Para ulama menyatakan, sabar  ada dalam empat hal yaitu: mentaati Allah,menjauhi kemaksiatan, menerima musibah,, dan membersamai orang-orang yang benar.  Dan semuanya juga adalah rasa syukur kepada Allah.

1. Sabar dalam Taat

Ia kadang tersa berat, ibadah terasa hany sebagai beban, keshalihan terasa menyesakkan.  Tetapi syukurlah, Allah itu dekat, Maha Mendengar bisik pinta dan lirih taubat.

 

2. Sabar dalam menjauhi Kemaksiatan

Ia kadang tampak menarik, kedurhakaan terlihat asyik, dan dosa-dosa terbayang asyik.  Tetapi syukurlah iman itu rasa malu pada-Nya, merasa selalu dalam pengawasan-Nya yang lebih akrab daripada urat lleher kita.

 

3. Sabar dalam menghadapi Musibah

Kadang ia hadir tak terduga, menghadirkan kedukaan yang dalam  dan menyesakkan dada.  Tetapi syukurlah denganya dosa gugur, derajat dinaikkan, dan sesungguhnya beserta kesulitan itu selalu ada kemudahan.

 

4. Sabar dalam kebersamaan bersama orang Benar

seringkali kawan yang tulus lebih menjengkelkan daripada musush yang menyamar.  Tetapi syukurlah bersama mereka dalam keshalihan akan membawakan keistiqomahan, menikmati manisnya iman, berada dalam naungan Allah, dan mimbar-mimbar cahaya di surga yang iri Nabi dan Syuhada.

 

…. Dan Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas. (QS. Az-Zumar [39] :10)

Sabar sebenarnya tiada batasnya, hanya bentuknya yang boleh disesuaikan.  Maka imanlah yang akan menuntun taqwa; ia cerdik dan peka dalam memilih bentuk sabar dan syukur atas segala wujud cinta dari-Nya.  Taqwa itu membawa sabar kita mendapat kejutan yang mengundang syukur, dan jalankeluar dari masalah serta rizqi yang tak disangka-sangka.  Tiap nikmat yang disyukuri juga berpeluang  mengundang musibah yang harus disabari, seperti tampannya Yusuf dan cinta  Yaqub padanya.

Maka Tiada kata henti untuk Sabar dan Syukur, sebab ia adalah tali yang menghubungkan kita dengan Rabb Sang Pencipta.

 

(Resume: buku Lapis-Lapis Keberkahan – Salim A. Fillah, 2014. Hlm 414-415)

FIQH MUNAKAHAT

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan satu-satunya layak untuk disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Menunda-nunda menikah bisa merugi. Berikut penjelasan yang bagus dari ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan -hafizhohullah- yang kami kutip dari Web Sahab.net (arabic).
1. Faedah pertama: Hati semakin tenang dan sejuk dengan adanya istri dan anak.
2. Bersegera nikah akan mudah memperbanyak umat ini

Menikah adalah ketetapan Allah untuk manusia yang seharusnya mereka jalani. Ia bukan semata-mata khayalan. Menikah termasuk salah pintu mendatangkan kebaikan bagi siapa yang benar niatnya. Dengan menikah kita akan semakin mudah mendapatkan kebaikan dan keberkahan.

BAGIAN 1
MUQADDIMAH

PENGERTIAN NIKAH
secara bahasa : kumpulan, bersetubuh, akad.
secara syar’i : dihalalkannya seorang lelaki dan untuk perempuan bersenangg-senang, melakukan hubungan seksual, dll .

HIKMAH NIKAH
Islam tidak mensyari’atkan sesuatu melainkan dibaliknya terdapat kandungan keutamaan dan hikmah yang besar. Demikian pula dalam nikah, terdapat beberapa hikmah dan maslahat bagi pelaksananya :
1. Sarana pemenuh kebutuhan biologis (QS. Ar Ruum : 21)
2. Sarana menggapai kedamaian & ketenteraman jiwa (QS. Ar Ruum : 21)
3. Sarana menggapai kesinambungan peradaban manusia (QS. An Nisaa’ : 1, An Nahl : 72)
Rasulullah berkata : “Nikahlah, supaya kamu berkembang menjadi banyak. Sesungguhnya saya akan membanggakan banyaknya jumlah ummatku.” (HR. Baihaqi)
4. Sarana untuk menyelamatkan manusia dari dekadensi moral.
Rasulullah pernah berkata kepada sekelompok pemuda : “Wahai pemuda, barang siapa diantara kalian mampu kawin, maka kawinlah. Sebab ia lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Namun jika belum mampu, maka berpuasalah, karena sesungguhnya puasa itu sebagai wija’ (pengekang syahwat) baginya.” (HR Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shaum) Baca lebih lanjut

TAFSIR SURAT AN-NABA’ (AYAT 1-16)

بسم الله الرحمن الرحيم

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ (1) عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ (2) الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ (3) كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (4) ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُونَ (5) أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا (6) وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا (7) وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (8) وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا (9) وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا (10) وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا (11) وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا (12) وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا (13) وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا (14) لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا (15) وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا (16)

 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

  1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
  2. Tentang berita yang besar
  3. yang mereka perselisihkan tentang ini.
  4. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,
  5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.
  6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
  7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,
  8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
  9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
  10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian
  11. dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
  12. dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
  13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),
  14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
  15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
  16. dan kebun-kebun yang lebat?

TAFSIR

Surat An Naba tergolong surat Makiyah .

Ayat 1-5 berisi tentang bantahan atas keraguan akan datangnya hari kiamat.

{Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?}.

Allah Ta’ala menjawabnya dengan ayat berikutnya,

{Tentang berita yang besar, yang mereka berselisih di dalamnya}.

Berita yang besar itu adalah apa yang dibawa oleh Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam berupa penjelasan dan petunjuk, utamanya kabar tentang hari akhir, hari kebangkitan, hari pembalasan. Orang-orang saat itu berselisih tentang kabar yang dibawa oleh Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam. Di antara mereka ada yang beriman dan membenarkan; di antara mereka ada yang kufur dan mendustakan, di antara mereka ada yang bimbang dan ragu. Baca lebih lanjut

Keajaiban dan Keberkahan Hujan

Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: “Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

TAHAP KE-2: “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (Al Qur’an, 24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb.

Fakta & Keajaiban air hujan:
1.Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam. Normalnya menurut para ilmuwan; air hujan yang jatuh ke bumi dari ketinggian sekitar 10 km adalah 560 km/jam, sangat cepat bukan?. Karunia Allah membentuk sedemikian rupa hujan menyerupai parasut sehingga kecepatannya hanya 8-10 km/jam saat jatuh ke bumi dan tidak menyakiti kita. Banyangkan jika kecepatan jatuhnya hujan 560 km/jam, itu melebihi kecepatan peluru yang ditembakkan pistol yang kecepatannya rata-rata 300 km/jam kita mungkin harus memakai rompi anti peluru atau berlindung dibalik gedung saat hujan. subhanallah….. Baca lebih lanjut

Menuju Qolbu salim

sebuah riwayat hadist, “…ketahuilah bahwa dalam jasad itu terdapat sekerat darah, yang apabila ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa sekerat darah tersebut adalah hati. (HR. Bukhari Muslim)

Jenis Hati manusia:
1.    Selamat (qolbun salim) : hidupnya selalu penuh dengan zikir dan istighfar, hatinya dihiasi dengan nilai ketaqwaan, dzikir, pembersihan jiwa dan muraqabatullah (sikap hati yang selalu merasa berada dalam pengawasan Allah). Hati seperti ini, insya Allah dapat menangkal segala sifat tidak terpuji. Hati seperti ini sering juga disebut dengan hati yang bersih
2.    Sakit  (qolbun maridh) ;  terdapat keimanan (cinta pada Allah)  tetapi juga cinta hawa nafsu, hati yang memiliki potensi mengikuti hawa nafsu, namun juga masih terdapat jeritan keimanan untuk berbuat kebaikan. Ia berada diantara kebaikan dan keburukan, walaupun pada akhirnya ia harus menentukan pilihan; hitam atau putih.
3.    Mati (qolbun mayyit) ;  selalu dikuasai hawa nafsu, hatinya berlumuran hawa nafsu, terselimuti sifat-sifat tercela. Hati seperti inilah yang kerap kali menjadi mangsa syaitan untuk mengobrak abrik sedikit saja sinar terang yang terdapat di dalamnya. Hati akan lambat laun akan menjadi kelam, seperti malam yang tidak berbulan.
Hati adalah sesuatu yang mudah berubah (inqolab)
Rosulullah mengajarkan  sebuah doa untuk menjaga  keteguhan hati kita , yaitu:  “ Yaa muqalibal qulub tsabit qalbi ‘ala dinika”  artinya; “wahai Allah  Yang Maha membolak-balikan hati,  teguhkanlah hatiku diatas AgamaMu”.

Imam al-Ghazali mengungkapkan, “bahwa hati merupakan sesuatu yang paling berharga dalam diri manusia. Karena dengan hatilah, seseorang mampu mengenal Allah, beramal untuk mengharapkan ridha-Nya dan juga guna mendekatkan diri kepada-Nya. Sedangkan jasad pada hakekatnya hanyalah menjadi pelayan dan pengikut hati, sebagaimana seorang pelayan terhadap tuannya.”
Oleh kerena itulah terdapat sebuah ungkapan, bahwa siapa yang mengenal hatinya maka ia akan mengenal Rabbnya. Namun disayangkan, karena betapa banyaknya manusia yang tidak mengenal hatinya sendiri. Lalu Allah menjadikannya seolah dirinya terpisah dari hatinya. Pemisahan ini dapat berbentuk penghalang untuk mengenal dan bermuroqobatullah (selalu dalam pengawasan Allah). Dan atas dasar hal inilah, banyak ulama yang menjadikan ma’rifatul qolb sebagai dasar dan pedoman bagi orang-orang saleh yang ingin lebih mendekatkan dirinya kepada Allah.

Namun ternyata banyak rintangan untuk mendekatkan hati kepada Sang Pencipta. Karena godaan syaitan sangat luar biasa terhadap diri manusia. Imam Al-Ghazali menggambarkannya dengan sebuah benteng yang dikepung oleh musuh yang berambisi memasuki dan menguasainya. Benteng tersebut sudah barang tentu harus dijaga pintu-pintunya, guna menghindari desakan musuh yang bergerak menyerbunya. Namun orang yang tidak mengetahui pintu-pintunya sudah barang tentu tidak dapat menjaganya.

berikut ini adalah berbagai penyakit yang sering merusak hati;

  •   Selalu ditipu kecemasan
  •   Bila diri sempit hati
  •   Riya’
  •   Dengki
  •   Dendam
  •   Mudah marah
  •   Hati selalu mendorong berbuat ghibah

Bengkel hati; upaya melakukan perbaikan hati melalui berbagai resep di bawah ini:
1.    Mengarahkan hati -Bagaimana caranya:

  • Paksakan diri untuk  berbuat taat
  • Kendalikan hatimu  (banyak mengingat kebaikan x keburukan)

2.    Mengatasi penyakit hati-apa kuncinya:

  • Yakin kepada ketetapan Allah yang  Maha mengatur dan maha kuasa atas segala sesuatu
  • Senantiasa mengingat Allah  dengan berzikir
  •  Tiada henti menata hati, dalam hubungan dengan Rabb dan hubungan dengan manusia serta lingkungan.

3.    Mencari ketetapan Hati

  •    Evaluasi diri dan memilih peran apa yang akan  diambil dalam  hidup ini:
  •    Pada dasarnya manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah
  •    Ikhlas hati,  segala yang dilakukan hanya untuk  mencari ridho Allah SWT
  •    Memperindah Hati
  •    Menghidupkan hati nurani
  •    Senantiasa berzikir, karena zikir  adalah kunci kettenangan hati

4.    Meraih bening hati
senatiasa menjaga dan memelihara hati agar selalu bersih.   Agar QS AS SYURA’ 88-89
QS At thalaq  2-3, tentang  rizki yang tidak disangka-sangka.
Sungguh beruntung bagi siapapun yang mampu menata hatinya menjadi bening, jernih, bersih, dan     selamat.   Sungguh berbahagia dan menngesankan bagi siapapun kiranya memiliki qolbu  yang tertata, terpelij=hara, dan teraawat dengan sebaik-baiknya..  dia akan senantiasa  berada dalam kelapangan, ketenangan, ketentaman, kesejukan, dan indahnya hidup di dunia ini.   Orang yang hatinya bersih akan tercermin pula dari kerapian dan kebersihan di lingkungan disekitarnya.
Menjaga kehormatan diri – caranya;

  •   Jangan pernah berbohong
  •    Jagalah lisan
  •    Jangan sok tahu atau sok pintar
  •    Jangan pernah membocorkan rahasia/amanat
  •    Jangan pernah mengingkari janji
  •    Bisakanlah tepat waktu
  •    Jangan pernah berpikir licik dan serakah
  •    Bersikap transparan
  •     Belajar mengakui kekurangan dgn jujur dan tulus

Sebagai hamba Allah, hendaknya kita memohon dan memasrahkan hati kita kepada Allah, agar hati ini terhindar dari goresan-goresan kemunafikan menuju keikhlasan-Nya yang abadi. Wahai manusia, wahai diri kita, wahai para pemimpin-pemimpin bangsa, marilah kita kembali mengenali hati kita beserta sensitifitasnya, agar kita dapat memiliki hati yang suci (Qolbun salim), sebagai mana nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim serta para nabi-nabi lainnya. … Amin.

sumber:  Rangkuman tausyiah KH. Aa Gym, & Rikza Maulan, Lc., M.Ag.

Adab Berpakaian

Sebagai seorang muslim kita  harus bertingkah laku yang baik sesuai dengan ketentuan islam, salah satunya dengan berpakaian.   Pakaian yang kita kenakan menunjukkan kehormatan kita.   Bila kita perhatikan selama ini  ternyata banyak diantara kita yang berpakaian asal-asalan.  Hal ini terjadi akibat  pengaruh budaya pakaian dari luar terutama dari dunia barat yang diterima secara mentah-mentah. Ada yang memakai pakaian ketat membentuk tubuh, pakaian yang menerawang bahkan memakai pakaian yang terbuka sehingga menunjukkan auratnya kepada orang lain.  Tentunya hal ini sangat memprihatinkan, alangkah lebih baik dan terhormat bila kita berpakaian sesuai syariah agama islam.

Agama islam merupakan rahmatin lil’alamin.  Ketentuan yang ada dalam islam sesungguhnya memberikan kebaikan dan kemuliaan bagi orang yang beriman.  Dengan demikian kita harus  berusaha menjalankan syariah secara kaffah, salah satunya dengan berpakaian yang baik.

Firman Allah SWT :

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwaitulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.( QS. Al A’raaf:26)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( QS An Nur:31)

Sahabat, pakaian yang terbaik adalah taqwa.   Berpakaian sesuai syariah merupakan salah satu wujud taqwa kita kepada Allah.   Mari kita menjaga kehormatan kita dengan berpakaian yang baik dan menutup aurat.

Sabar untuk tidak BerMaksiat

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya[750]. Demikianlah, agar Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.(QS YUSUF; 24)

Yusuf AS meninggalkan istri tuannya karena Allah dan lebih memilih penjara untuk lari dari kekejian, meskipun Yusuf pun berkeinginan.  Kelak, allah memberikan ganti dengan cara memberinya kekuasaan di bumi.

Singkat cerita, istri tuannya(ketika telah menjanda) mendatangi yusuf saat yusuf telah menjadi pembesar kerajaan agar dinikahinya secara halal.  Maka, Yusuf menikahi zulaikha.  Ketika sudah berkumpul dengan istrinya, yusuf berkata;” ini lebih baik  dari pada apa yang dulu pernah engkau minta.”

Yusuf meninggalkan Zulaikha ketika haram.  Maka Allah memberikannya ketika telah halal.  Di hari-hari terakhir menjelang wafat, Rosulullah berkutbah, antara lain

“Barang siapa yang mampu berbuat maksiat fengan seorang perempuan, tetapi kemudian meninggalkannya karena takut kepada Allah, Allah telah mengharamkan neraka baginya dan memberinya kedamaian pada hari yang sangat mengerikan dan Dia masukan ke surga.  Tetapi bila ia melakukan maksiat dengan perempuan itu, Allah akan mengharamkan surga baginya dan memasukkannya ke neraka.”

Menahan diri ketika masih haram dari memegangi tangan dan mencium pipi( apalagi lebih dari itu), insyaAllah anda akan mendapati orang yang anda rindukan ketika ia telah halal bagi anda.  Atau kalau tidak, Allah akan mengirimkan gantinya dengan orang yang lebih baik darinya dan belum pernah terpikir oleh anda sebelumnya.  Anda baru mendapatinya sebagai sesuatu yang sanngat menakjubkan dan menentramkan jiwa, setelah Allah menghalalkan bagi anda dengan Ridha-Nya.

BERSYUKUR

Kencenderungan manusia memang mengeluhkan sesuatu yang belum diraihnya dan melupakan apa yang telah didapatkannya.  Oleh karena itu manusia kerap kali becermin kepada dirinya sendiri bahwa ia adalah orang yang belum tercukupkan.  Lalu, yang lebih parah jika manusia itu tidak puas becermin pada keadaan orang lain yang lebih beruntung dari pada dia.

Alhasil, yang  muncul adalah keluhan, bahkan berubah menjadi nafsu ingin mendapatkan yang lebih dan lebih.  Padahal, kalau si  manusia mau merenung dan bercerminssaja kepada orang-orang di sekitarnya-saudara atau tetangganya yang kurang beruntung , pastilah manusia tersebut bisa merasakan betapa besarnya kelebihan nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya.

Saudaraku coba luangkan  waktu untuk mengecek sekeliling kita.  Datanglah ke keluarga kita yang kurang beruntung; yang belum punya rumah, yang belum punya kendaraan, yang serba sulit makan 2 kali sehari, yang ditipu, yang terbelit utang, dan yang belum lulus.  Bandingkan dengan keadaan kita sekarang.  Apakah kita masih kurang bersyukur???

Allah sangat benci orang yang kufur nikmat alias tidak pernah mensyukuri nikmat yang ada.  Allah tidak melarang manusia untuk berdoa dan lebih kepada-Nya.   Namun jangan sampai manusia melupakan apa yang telah Allah berikan kepadanya.  Lebih-lebih orang yang telah diberi tidak mau bersyukur, dan enggan berbagi dengan saudara-saudaranya.  Orang seperti ini benar-benar dilaknat oleh Allah.

Tidak rugi bagi kita unutk becermin kepada orang yang lebih kurang beruntung daripada  kita karena hal itu justru akan menjadikan bertambah syukur kita atas nikmat yang Allah berikan. Allah menjajikan orang yang bersyukur dengan sukacita dan keikhlasa maka akan ditambah nikmatnya berlipat ganda.

‘ Kerap kali kita membanding apa yang kita peroleh dengan orang yang memperoleh di atas kita.  Padahal, mengeluhkan apa yang sudah kita peroleh sama dengan menghinakan kenikmatan dari Allah.  Sungguh, sikap seperti ini benar-benar tidak tahu diri di hadapan Allah.

@@ Gym-30 hari menjemput berkah

Pahala bagi orang yang bersedekah & berinfak

Hai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at.  Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. ( QS Al Baqarah; 254)

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.  Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS AL Bqarah; 261-262)

Dengan bersedekah dan berinfak kita akan mendapatkan begitu banyak  pahala dan kebaikan.  Selain itu dengan bersedekah kita dapat membantu saudara-saudara kita  dan menguatkan tali silahturahmi.  Dari bersedakah, do’a ataupun keinginan  kita isyallah akan diijbah oleh Allah.   Hendaknya bersedekah dilakukan secara ikhlas karena oleh bukan mengharap pujian dari orang lain. Ada istialah ..bersedekahlah sesuai kemampuan walaupun nilainya kecil.. hal ini memang ada benarnya, namun banyak diantara kita sering menyalah artikan  bahwa bersedekah dapat dengan nilai yang sekecil-kecilnya.  Alangkah lebih baik jika kita bersedekah lebih banyak disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan kita.   Jangan takut menyedekahkan harta  yang kita miliki.  Kita harus tahu bahwa harta yang kita miliki adalah titipan Allah kepada kita untuk dikelola dengan sebaik-baiknya.   Dari harta yang kita miliki ada hak orang lain yang wajib kita berikan.

Insyallah dengan bersedekah dan berinfak kita akan mendapatkan pahala dari Allah dan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat…