Harga pasar untuk saham dalam Islam

Pada prinsipnya transaksi bisnis harus dilakukan pada harga yang adil, sebab ia adalah cerminan dari komitmen syari`ah Islam terhadap keadilan yang menyeluruh. Secara umum harga yang adil ini adalah harga yang tidak menimbulkan eksploitasi atau penindasan sehingga merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain. Harga harus mencerminkan manfaat bagi pembeli dan penjualnya secara adil, yaitu penjual memperoleh keuntungan yang normal dan pembeli memperoleh manfaat yang setara dengan harga yang dibayarkannya.

Ajaran Islam secara keseluruhan menjunjung tinggi mekanisme pasar yang bebas. Harga keseimbangan dalam pasar yang bebas (competetive market price) merupakan harga yang paling baik, sebab mencerminkan kerelaan antara produsen dan konsumen (memenuhi persyaratan kerelaan diantara dua belah pihak). Menurut Mannan ada 3 fungsi dasar dari penetapan suatu harga, yaitu fungsi ekonomi, fungsi sosial dan fungsi moral. [1]

Dalam Islam, pasar tidak boleh lepas dari norma-norma dan aturan syariah. Konsep pasar dalam ekonomi Islam adalah sebuah mekanisme yang dapat mempertemukan pihak penjual dengan pihak pembeli. Adapun penentuan harga ditentukan oleh kekuatan-kekuatan pasar, yaitu kekuatan  permintaan (demand ) dan kekuatan penawaran ( supply). Sedangkan pertemuan antara penjual dan pembeli harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut[2]:

  1. Segala transaksi dilakukan harus atas dasar suka-sama suka atau kerelaaan diantara kedua belah pihak. Hal ini sesuai dengan dalil dalam al Qur’an:

يايّها الّذ ين امنوا لا تأ كلوااموالكم بينكم باالباطل الّاان تكون تجارةعن تراض مّنكم ولا تقتلوا انفسكم انّ الله كان بكم رحما [3]ÇËÒÈ

  1. Berbuat adil, jujur dan tidak melakukan kecurangan. Kejujuran merupakan pilar yang sangat penting dalam Islam, sebab kejujuran adalah nama lain dari kebenaran itu sendiri. Firman Allah dalam Al Qur’an:

ولا تقربوأ ما ل اليتيم إ لاّ با لّتي هي أحسن حتّى يبلغ أشدّه, وأوفوا الكيل واميزن بالقسط, و لا نكلف نفسا إلاّ وسعها, وإذا قلتم فا عد لوأولو كان ذاقربى وبعهد الله أوفوا ذلكم وصّلكم به لعلّكم تدكّرون ÇÊÎËÈ [4]

  1. Sesuai pada aturan dan tidak merugikan pihak lain.
  2. Transparan dalam transaksi dengan tidak menyembunyikan hal-hal yang ditutupi sehingga menimbulkan ketidakjelasan.
  3. Bersaing secara sehat dan tidak menghalalkan segala cara yang dapat merusak pasar. Mekanisme pasar akan terhambat bekerja jika terjadi penimbunan atau monopoli.

Menurut Adiwarman Karim, penentuan harga dilakukan oleh kekuatan pasar, yaitu kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran. Pertemuan permintaan dengan penawaran tersebut haruslah terjadi secara rela sama rela, tidak ada pihak yang merasa terpaksa untuk melakukan transaksi pada tingkat harga tersebut.[5] Mekanisme pasar yang wajar mengharuskan adanya moralitas (fair play), kejujuran (honesty), keterbukaan (transparancy) dan keadilan (justice). Jika nilai-nilai ini ditegakkan, maka tidak ada alasan untuk menolak harga pasar. Baca lebih lanjut

Iklan