HIKMAH DAN PESAN MORAL RAMADHAN

Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dan membuka lembaran baru dalam kehidupan ini…Lembaran yang putih, bersih, jernih, bening, bersinar dan bercahaya…

Ramadhan…Bulan Pendidikan Ruhaniah

Ramadhan mengantarkan kita lebih dekat kepada Allah. Dengan puasa kita menjadi orang yang paling dicintai Allah. Puasa melatih kita meninggalkan sikap egois kita dan bukan memperkuatnya. Puasa dengan penuh keimanan dan pengharapan, dapat memenuhi kebutuhan spiritual kita. Sebuah penelitian di Barat menyebutkan bahwa orang yang berpuasa akan lebih tajam pikirannya sehingga mampu menangkap pesan-pesan moral wahyu Ilahi baik melalui ayat2 kauniyah maupun kauliyah.

Puasa Adalah Bukti Iman dan Cinta Kepada Allah

Puasa adalah ibadah kepada Allah, yaitu seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah dengan meninggalkan perkara-perkara yang disukai, dicintai dan diinginkannya daripada makanan, minuman dan syahwat hawa nafsu sehingga tampak jelas kejujuran imannya, kesempurnaan penghambaannya kepada Allah dan kekuatan cintanya serta pengharapannya atas apa yang ada di sisiNya. Seseorang tidak mungkin meninggalkan apa yang dicintainya kecuali disebabkan sesuatu yang lebih agung baginya dari apa yang ditinggalkannya tersebut.    Seorang mukmin rela meninggalkan syahwat nafsu yang dicintainya dan sangat diinginkannya demi untuk mendapatkan ridha Rabbnya karena ia meyakini bahwasanya ridha Allah ada dalam berpuasa.

 

 

Meraih Takwa Dengan Puasa

Diantara tujuan puasa adalah agar seseorang mencapai tingkatan takwa sebagaimana firman Allah Ta’aala: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). Orang yang bertakwa adalah orang yang mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

Orang yang berpuasa diperintahkan untuk mengerjakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.  Orang yang berpuasa apabila terlintas dalam dirinya keinginan untuk berbuat kemaksiatan, ia segera tersadar bahwa ia sedang berpuasa, lalu ia-pun segera menghindari kemaksiatan tersebut. Orang yang sedang berpuasa tidak akan membalas kebodohan dengan kebodohan dan caci maki dengan caci maki, ia sadar bahwa orang yang berpuasa harus sanggup menguasai diri dan emosinya.

Dengan Puasa Hati Jernih Untuk Berpikir dan Berdzikir

Diantara hikmah puasa adalah agar supaya hati kita jernih untuk berpikir dan berdzikir karena banyak makan minum serta memuaskan syahwat menyebabkan kelalaian dan adakalanya hati menjadi keras dan buta dari kebenaran karenanya.   Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang anak adam itu memenuhi suatu bejana yang lebih jelek dari pada perut. Cukuplah bagi seseorang makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika terpaksa harus menambahnya, hendaknya sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafasnya.”  (HR. Imam Ahmad dll).

Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Karena nafsu ini pula Adam -Alaihis Salam dikeluarkan dari surga. Dari nafsu perut pula muncul nafsu kemaluan dan kecenderungan kepada harta benda, dan akhirnya disusul dengan berbagai bencana yang banyak. Semua ini berasal dari kebiasaan memenuhi tuntutan perut.

Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya pikir, serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan kebalikannya.  Berkata Abu Sulaiman Ad-Darani –Rahumahullah: “Sesungguhnya jiwa apabila lapar dan haus menjadi jernih dan lembut hatinya dan apabila kenyang menjadi buta hatinya.”

Puasa Menumbuhkan Kepedulian

Dengan berpuasa, orang kaya akan menyadari betapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya berupa kekayaan dan kecukupan sehingga dia tidak pernah kekurangan makan, minum, menikah dan lainnya, padahal banyak orang yang tidak mendapatkan dan merasakan nikmat seperti itu.

Dengan demikian orang kaya tersebut akan memuji Allah dan bersyukur kepadaNya atas kemudahan yang diberikan kepadanya. Orang kaya tersebut juga teringat saudaranya yang fakir miskin, yang adakalanya merasakan kelaparan sepanjang hari dan malam karena ketidakmampuannya. Hal ini menjadikan orang kaya tersebut terdorong dan termotivasi untuk membantunya dengan bershadaqah agar terpenuhi kebutuhannya berupa sandang, pangan dan papan.

Oleh karena inilah, Rasululah SAW adalah orang yang paling dermawan dan kedermawanan Beliau bertambah ketika datang bulan Ramadhan, yaitu ketika berjumpa Malaikat Jibril AS yang mengajarkan kepada Beliau Al-Qur’an.

 

 

 

Puasa Latihan Menundukkan dan Menguasai Hawa Nafsu

Diantara hikmah puasa adalah latihan menundukkan dan menguasai hawa nafsu sehingga benar-benar tunduh dan patuh untuk dikendalikan dan diarahkan menuju kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan. Karena pada dasarnya nafsu selalu mengajak kepada keburukan kecuali yang dirahmati Allah.  Apabila nafsu dilepaskan dan tidak dikendalikan pasti akan menjerumuskan seseorang ke dalam kehinaan, kebinasaan dan kesengsaraan. Namun, apabila dikendalikan dan ditundukkan pasti seseorang akan mampu membawanya menuju derajat dan kedudukan yang tinggi lagi mulia.

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naazi’aat: 37-41).  “dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (kacau dan sia-sia).” (QS. Al-Kahfi: 28).

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib –Radhiallahu ‘Anhu mengatakan: “Medan pertama yang harus kamu hadapi adalah nafsumu sendiri. Jika kamu menang atasnya maka terhadap yang lainnya kamu lebih menang. Dan jika kamu kalah dengannya maka terhadap yang lainnya kamu lebih kalah. Karena itu, cobalah kamu berjuang melawannya dahulu.”

Puasa Mempersempit Ruang Gerak Syetan

Lapar dan haus akan mempersempit aliran darah sehingga menjadi sempit pula ruang gerak syetan di tubuh kita karena syetan mengalir di tubuh kita seperti atau bersama aliran darah.   Dalam hadis tersebut Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menjadikan berpuasa sebagai sarana untuk mengurangi dan menghancurkan nafsu syahwat. Inilah rahasia  mengapa orang yang berpuasa mudah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Puasa Menghancurkan Kesombongan

Puasa yang dilakukan dengan benar sesuai tuntunan Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam mampu menghancurkan nafsu-nafsu jahat dan meruntuhkan kesombongan sehingga menjadi tunduk kepada kebenaran dan rendah hati kepada sesama, karena banyak makan, minum dan berhubungan suami isteri membawa kepada sifat sombong, congkak, mau menang sendiri dan merasa tinggi atas orang lain dan tidak mau menerima kebenaran.  Jadi, diantara hikmah puasa adalah menghancurkan kesombongan sehingga seseorang menjadi tawadhu’ dan rendah hati. Allah dan juga manusia membenci orang-orang yang sombong dan mencintai orang-orang yang tawadhu’ dan rendah hati.

Hidup Sehat Dengan Puasa

Puasa memberikan faedah dan keuntungan dari sisi kesehatan karena dengan sedikit makan menjadikan pencernakan mampu untuk beristirahat sementara waktu sehingga kotoran-kotoran dan sisa-sisa yang terdapat di dalamnya terserap oleh tubuh dan tubuhpun menjadi sehat dengan puasa… Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah lain dari puasa, semoga kita mendapatkan semuanya, amien…

 

Iklan

Semoga Ramadhan ini menjadi Ramadhan Terbaikku

Syukur Alhamdulillah,  kita masih diberikan kesempatan berjumpa dengan bulan ramadhan tahun ini.   Senang dan duka dalam menyambutnya.  Senang karena dapat berjumpa dengan bulan ramadhan yang mulia ini, artinya kita masih diberikan Allah kesempatan untuk memperbanyak tabungan ilmu dan amal yang kita bawa menuju syurganya.  Sedangkan rasa sedih mungkin karena ada sosok yang mungkin ramadhan tahun lalu kita masih bersama, tetapi ramadhan kali ini kita sudah berpisah dengannya.

Mari kita isi bulan Ramadhan tahun ini dengan banyak meningkatkan Ilmu dan Amal, dalam rangka meraih ridho-Nya!

Setelah berbagai persiapan kita lakukan di bulan sya’ban, kini adalah saatnya kita untuk  mengarungi bulan yang penuh berkah ini, bulan yang didalamnya pahala dilipatgandakan, syetan-syetan dibelenggu, majelis-majelis ilmu dimana-mana, kajian keislaman  dan masjid-masjid yang ramai, sehingga mampu memberi  motivasi kepada  kita untuk memperbanyak ibadah di bulan ramadhan yang mulia ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana ummat muslim diperintahkan untuk menunaikan kewajiban berpuasa; menahan dari makan dan minum dari fajar sampai terbenamnya matahari.  Di Bulan ramdahan ada 2 peristiwa besar yang terjadi yaitu turunnya al Qur’an dan kemenangan kaum muslim pada perang badar.  Pada malam di bulan ramadhan juga ada malam yang mulia, malam yang lebih mulia dari 1000 bulan yaitu lailatul qadr.

Amalan-amalan pokok pada saat bulan Ramadhan diantaranya sebagai berikut: Berpuasa, sholat malam (terawih), sholat wajib berjamaah di masjid, memperbanyak sedekah, mengikuti majelis-majelis ilmu, memberi makanan berbuka kepada orang berpuasa, serta berbagai perbuatan baik lainya.

Puasa yang dijalankan dengan baik dan benar maka target takwa akan diraihnya, jika takwa mampu diraih maka ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akherat.  Berikut adalah orang-orang yang  memperoleh derajat (maqam) mutakkin:

1. Derajat takwa adalah derajat yang mulia disisi Allah.

2. Mendapat perlindungan dari Allah

3. Mendapat solusi yang solutif

4.  mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka

5. ditingkatkannya amalan saleh dan dosanya diampuni Allah

6. mendapatkan Rahmat dan cahayanya

7. Diterima amal perbuatannya

8. Memiliki martabat yang mulia

9. Diselamatkan dari api neraka

10. Dicintai Allah

11. Hidup tanpa kesedihan dan kegelisahan

12. Mendapat pengajaran langsung dari-Nya

13. mendapat balasan Syurga

14. Allah selalu menyertainya

15.  mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil

16. dimudahkan urusannya

17. berkata yang baik, benar, dan bermakna.

 

Dalam puasa terkandung ribuan hikmah  yang dijanjikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.  Tidak mengherankan jika puasa menjadi kebiasaan para nabi terutama Rasulullah SAW,  para sahabatnya,  serta orang-orang saleh  yang ingin mendapatkan manfaat dan hikmah dari ibadah puasa tersebut.

#Puasa adalah dalam rangka menghara ridho  Allah,  maka kesadaran keimanan harus selalu dihadirkan dalam hati untuk menunaikan ibadah ini.  sebab tan kesadaran  keimanan puasa yang dilaksanakan tidak memiliki nilai apa-apa, kecuali haus dan lapar.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 🙂

Mohon maaf lahir dan batin….

Optimalkan Ibadah di Akhir Ramadhan

Shaum Ramadhan kita akan berakhir. Optimalisasi ibadah saat ini adalah pilihan cerdas. Bulan yang penuh berkah dan bertaburan bonus dari Allah ini sebentar lagi akan meninggalkan kita. Alangkah sayang jika kalimat perpisahannya adalah kesia-siaan, bukan khazanah makna. Begitu indah perintah ibadah dari Allah ini. Kesehatan, ketabahan, saling menyayangi, hidup berbagi, serta kemudahan rezeki sangat terasa mendatangi. Baru kita mengerti mengapa para sahabat menjadikan Ramadhan sebagai terminal.

Enam bulan sebelum tiba, mereka menanti-nanti datangnya Ramadhan. Enam bulan setelah lewat mereka masih terikat dengan Ramadhan, khawatir amal shaum tak diterima dan berharap hasil Ramadhan menjadi modal untuk menjangkau kasih sayang dan ampunan Allah SWT sampai Ramadhan berikutnya.

Bahagia di akhir merupakan tantangan sekaligus harapan. Mereka yang memandang ada kebahagiaan di akhir, akan memancarkan cahaya optimistik di wajahnya. Melangkah dengan pasti menebar kebajikan ke kanan dan ke kiri. Sebenarnya kita tidak perlu bersusah payah menarik-narik tangan Ilahi, karena Allah lah yang akan menarik badan dan jiwa sang hamba ke haribaan-Nya yang abadi.

Republika.co.id

Amalan di Bulan Ramadhan

Image

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.” (HR Ahmad dan Nasai).

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:

a. Puasa
Allah SWT memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam.

Firman Allah SWT:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Rasulullah SAW bersabda:
“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah rasul Allah SWT, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.” (Muttafaqun alaih).

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” (Muttafaqun alaih).

b. Membaca Alquran
Membaca Alquran sangat dianjurkan bagi setiap Muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda:
“Bacalah Alquran, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). (HR Muslim).

Dan membaca Alquran lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkannya Alquran. Baca lebih lanjut

Tradisi Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan

Tak terasa kiita kembali dipertemukan dengan bulan ramadhan, bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan.  sebagai seorang muslim tentu kita merasa sangat senang akan segera menyambut datangnya bulan suci ini.  Berbagai persiapan kita lakukan menyambut bulan ramadhan ini, seperti memperbanyak puasa sunnah pada bulan sya’ban, bersilaturahmi ke kerabat dan sanank saudara, mengunjungi makam leluhur dan keluarga.  semua persiapa ini kita lakukan agar dapat memperoleh keberkahan di bulan ramdhan nanti.   Penting bagi kita juga untuk melakukan maaf-maafan,membersihkan hati kita dari berbagai penyakit yang sekiranya akan mengganggu dalam kekhusukan beribadah di bulan Ramadhan. 

Sebuah riwayat menceritakan:

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Baca lebih lanjut

Bulan Al Qur’an

Segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, yang telah memberikan karunianya kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan.
Solawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan dan teladan kita nabiyullah Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, tabiin, dan umatnya hingga akhir zaman nanti.
Alangkah bahagianya kita semua dengan kedatangan bulan ramadhan yang penuh keberkahan dan dilipatgandakan pahala didalamnya. Bulan ramadhan itu bulan kesabaran, bulan pertaubatan, bulan doa, bulan ampunan, bulan pembebasan dari api neraka.
Bulan ramadhan juga merupakan bulan Al Quran. Pada bulan inilah Al Quran diturukan pertama kali dari Lauhul mahfuz ke dunia.
Bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan permulaan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasannya dan pembeda antara yang hak dan yang batil. QS Al Baqarah: 185
Al quran sebagai peyempurna kitab-kitab sebelumnya yang menjadi pedoman umat islam yang tetap terjaga keasliannya hingga saat ini , karena Allah yang menjaganya pada dada para hafidz quran.
Sudah menjadi kewajiban kita Sebagai seorang muslim untuk membaca, memahami, dan mengamalkan serta mehafalkannya dalam keseharian kita.
Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini? Dijawab “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran”. (HR. Al Hakim)
Dari ibnu abbas RA berkata: “ nabi Muhammad adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanan beliau meningkat saat malaikat jibril menemuinya settiap malam hingga berakhirnya bulan romadhon, lalu nabi membacakan Al quran dihadapan jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus”.
Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al quran dan berkumpul dalam majlis al quran dalam bulan ramadhan.
Waktu yang utama untuk Membaca al quran adalah dalam solat dan pada malam hari yaitu setelah maghrib dan di akhir malam.
Al quran seharusnya kita jadikan sebagai pedoman dalam mengarungi kehidupan ini. Tidak hanya membaca Al quran, tetapi lebih sempurna dengan mengerti makna yang terkandung di dalamnya dan juga mengamalkannya dalam keseharian kita.
Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)
Apakah manfaat dan keutamaan membaca al quran?:
1. Mendapat pahala
Dari Ibnu Mas’ud ra, katanya: Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)
Dari Aisyah ra, Raslullah Saw bersabda, ”Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan berkumpul dengan para malaikat yang mulia-mulia lagi taat. Sedang siapa orang terbata-bata dan kesusahan membaca Al-Qur’an, mendapat pahala 2 pahala kebaikan .” (HR Bukhari, Muslim)
Semakin banyak kita membaca Al quran maka akan semakin banyak tabungan amal kita.
2. Mendapatkan keberkahan hidup
Orang yang mebaca al quran akan disempurnakan rizkinnya oleh Allah dan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.
3. Memperoleh petunjuk
Firman Allah Swt: “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma’idah: 15-16).
4. Memperoleh safaat di hari kiamat
Rosulullah bersabda “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat, sebagai safaat ; pembela pada orang yang mempelajari dan mentaatinya.” (HR Muslim).
5. Menghidupkan hati
Membaca al quran merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah yang akan membuat hati menjadi tenang & tenteram. Utsman bin Affan RA: ‘Jikalau hati kamu bersih niscaya kamu tidak pernah kenyang dari Kalamullah.”

Jadikanlah al quran sebagai hidangan yang kita santap sehari-hari.
Marilah kita isi bulan ramadhan ini dengan banyak beribadah dan bermuhasabbah penuh dengan kekhusukan dan keikhlasan semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT.
‘Aidh al qorni berkata: Satu rakaat yang dikerjakan dengan khusyu’, tulus dan ikhlas lebih mulia dari pada seribu rakaat dari seorang hamba yang lupa, lalai, dan main-main. Membaca satu ayat al quran sambil dihayati dan dipahami lebih baik dari pada mengkhatamkan al quran tanpa kehadiran pikiran dan takafur.

Semoga ramadhan kali ini berbeda dan lebih baik dari tahun yang kemarin.

Menyambut bulan Ramadhan.

Alhamdulillah kita kembali dipertemukan dengan bulan ramadhan.
Marilah kita sambut bulan ramdhan dengan berbagai persiapan dan perkuat ibadah kepada Allah SWT.
Amalan-amalan sunah pada bulan Ramadhan:
Selain puasa yang Allah wajibkan pada bulan Ramadhan ada berbagai amalan yang disunahkan pada bulan ini di antaranya:
1. Mengkhatamkan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaliagus. Allah berfirman:

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)

Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus.”

Hadist tersebut menganjurkan kepada setiap muslim agar bertadarus al-Quran, dan berkumpul dalam majlis al-Quran dalam bulan Ramadhan. Membaca dan belajar al-Qur’an bisa dilakukan di dihadapan orang yang lebih mengerti atau lebih hafal al-Quran. Dianjurkan pula untuk memperbanyak membaca al-Quran di malam hari.
Dalam hadist di atas, mudarosah antara Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril terjadi pada malam hari, karena malam tidak terganggu oleh pekerjaan-pekerjaan keseharian. Di malam hari, hati seseorang juga lebih mudah meresapi dan merenungi amalan dan ibadah yang dilakukannya.
2. Shalat tarawih
Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Shalat tarawih atau qiyam Ramadhan tidak ada batasannya. Sebagian orang mengira shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat, sebagian lain mengira tidak boleh lebih dari 11 atau 13 rakaat. Ini adalah pendapat keliru yang menyalahi dalil. Hadits-hadits menunjukkan bahwa shalat malam adalah perkara yang luas, tidak ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Bahkan ada riwayat yang jelas mengatakan bahwa nabi Saw. pernah shalat 11 rakaat, terkadang 13 rakaat atau kurang dari itu. Ketika ditanya tentang shalat malam beliau bersabda: “Dua rakaat dua rakaat, jika seseorang diantara kalian khawatir masuk waktu subuh hendaklah shalat satu rakaat witir.”
3. Memperbanyak doa
Orang yang berpuasa ketika berbuka adalah salah satu orang yang doanya mustajab. Oleh karenanya perbanyaklah berdoa ketika sedang berpuasa terlebih lagi ketika berbuka. Berdoalah untuk kebaikan diri kita, keluarga, bangsa, dan saudara-saudara kita sesama muslim di belahan dunia.
4. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:” Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)
5. Bersedekah
Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan” (HR. Tirmizi).
Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan Nabi melebihi angin yang berhembus.”
Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang dilakukannya.
6. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah Saw. selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan lain-lain.
7. Umroh
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan seperti haji bersamaku.”
8. Memperbanyak berbuat kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah ‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Baihaki dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain. Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan kita terus bertambah.
“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat “bebas dari neraka.” Amin
Wakullu Am wa Antum bikhair